JABAR EKSPRES – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Cimahi terus mendorong penguatan literasi keluarga dengan menjadikan ibu sebagai garda terdepan.
Melalui peran ibu sebagai guru pertama di rumah, DWP berupaya menumbuhkan minat baca anak sejak dini dan membangun budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan keluarga.
Ketua DWP Kota Cimahi, Noor Qodariah Harjono, menegaskan literasi keluarga adalah kunci dalam membangun budaya membaca masyarakat.
Baca Juga:Gandeng Vidio, Shopee Luncurkan Inovasi Fitur Belanja Interaktif Vidio Shopping untuk Dorong Pertumbuhan UMKMDiakui KLH, Operasional PGN Guyur Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Tantangan besar saat ini, menurutnya, datang dari derasnya gempuran dunia digital yang membuat anak-anak lebih akrab dengan gawai ketimbang buku.
“DWP berupaya mendukung Pemkot Cimahi khususnya di bidang literasi. Karena kita tahu, saat ini tingkat keterbacaan masyarakat masih di bawah rata-rata. Upaya DWP dengan kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjangkau keluarga-keluarga ASN untuk membangkitkan minat baca, khususnya di dalam keluarga. Keluarga kecil dulu, yang inti dulu,” ujar Noor, pada Jabar Ekspres, Sabtu (4/10/2025).
Menurut Noor, kunci utama ada pada teladan ibu. Dalam keluarga, ibu menjadi pusat yang mampu membentuk kebiasaan membaca anak.
“Bagaimana mereka bisa memahami, bisa suka dulu dengan membaca. Jadi tantangan yang sekarang sedang berlomba-lomba dengan digital, minimal dari peran ibu terutama. Karena sentra dalam keluarga itu adalah peran ibunya menggiatkan literasi di dalam keluarga,” jelasnya.
Ia menegaskan, kebiasaan membaca tidak cukup diajarkan, tetapi harus dicontohkan.
“Mungkin kita tahu literasi tidak hanya membaca, tetapi fokus utamanya adalah membaca dulu. Kalau misalnya ibunya tidak suka membaca, bagaimana anaknya mau membaca,” tambah Noor.
Atas dasar itu, DWP Cimahi mendorong anggotanya untuk gemar membaca agar bisa menjadi role model bagi anak-anak di rumah.
“Kami mendorong ibu-ibu Dharma Wanita untuk gemar membaca, sehingga ada contoh dari anak-anaknya untuk mereka juga mengikuti gaya ibunya, tidak melulu dengan memegang HP meskipun kita tahu juga di dalam HP itu tidak negatif semua,” ujarnya.
Baca Juga:Mazda Indonesia Hadir di GIIAS Bandung 2025, Perkenalkan CX-3 Kuro dan CX-60 SportKompetisi ‘Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas’ Dimulai, 1.300 UMKM Berebut Modal Usaha Rp1 Miliar
Meski mengakui dampak negatif gawai, Noor juga melihat peluang positif dari teknologi digital. Di Cimahi telah tersedia platform e-Lib sebagai perpustakaan elektronik, sementara di tingkat nasional ada aplikasi iPusnas.
