Tingkatkan Minat Baca pada Anak, Inilah Strategi DWP Cimahi Bangun Budaya Membaca Lewat Peran Keluarga

Kolaborasi Dharma Wanita d Hadiri Langsung oleh penasehat Dwp sekaligus Bunda Literasi Kota Cimahi, Midjiati
Kolaborasi Dharma Wanita d Hadiri Langsung oleh penasehat Dwp sekaligus Bunda Literasi Kota Cimahi, Midjiati Ningsih Ngatiyana (MONG)
0 Komentar

“Sekarang bisa disiasati. Kalau anak tidak suka membaca buku fisik, kita dorong ke e-Lib itu sehingga yang dia buka di dalam HP adalah bacaan-bacaan yang memungkinkan dia bisa berpikir logis, bisa berpikir yang baik-baik. Bukan nge-scroll konten yang aneh-aneh,” katanya.

Menurut Noor, strategi adaptif ini penting agar anak-anak tetap bisa mengakses literasi melalui medium digital tanpa harus terjebak dalam konsumsi konten yang tidak mendidik.

“Karena tujuannya meningkatkan minat baca di Kota Cimahi. Sasarannya ada tiga, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat. DWP fokusnya ke keluarga,” tegasnya.

Baca Juga:Gandeng Vidio, Shopee Luncurkan Inovasi Fitur Belanja Interaktif Vidio Shopping untuk Dorong Pertumbuhan UMKMDiakui KLH, Operasional PGN Guyur Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Ia menambahkan, meskipun anggota DWP terbatas pada istri ASN dan ASN perempuan, pengaruhnya bisa meluas ke masyarakat.

“Jangan lepas berprasangka kalau keluarga ASN itu juga bagian dari masyarakat. Di keluarga internal itu ada keluarga, ada kerabat, ada jaringan. Nah, apa yang disiapkan di sini bisa ditularkan ke anggota masyarakatnya,” pungkas Noor.

Senada, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarda) Kota Cimahi, Dani Bastiani, menilai keluarga adalah basis utama dalam membangun budaya baca yang berkelanjutan.

“Segmen keluarga ini sangat tepat, karena dari sanalah minat baca bisa tumbuh. Peran serta perempuan juga sangat penting dalam mengembangkan literasi masyarakat melalui keluarga,” ujarnya.

Dani menambahkan, Disarda berupaya menyinergikan program literasi dengan komunitas dan organisasi, termasuk Dharma Wanita.

Tujuannya agar literasi tidak hanya berkembang di sekolah atau ruang publik, tetapi juga tertanam sejak lingkup terkecil, yakni keluarga.

Selain itu, Disarda Cimahi terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

“Jika dulu perpustakaan lebih mengandalkan buku fisik, kini masyarakat bisa mengakses bacaan digital melalui aplikasi e-Lib yang dapat digunakan secara mudah dan fleksibel,” kata Dani menutup. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar