JABAR EKSPRES – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, akan menciptakan program satu desa satu sarjana di wilayah Kabupaten Bogor.
Mulanya, Rudy menjelaskan terdapat dua jenis alokasi perihal Bantuan Keuangan (Bankeu) desa yakni infrastruktur dan noninfrastruktur.
Untuk Bankeu infrastruktur yakni berupa infrastruktur tetap. Kemudian, Bankeu noninfrastruktur yakni satu desa satu sarjana setiap tahun.
Baca Juga:Bupati Bogor Siapkan Perbup Bankeu, Setiap Desa Bisa Dapat Rp1,5 Miliar per TahunPohon Karet Kebo 70 Tahun di Balai Kota Bogor Keropos, Terancam Ditebang
“Bankeu sendiri pertama untuk infrastruktur tetap, kedua non infrastruktur salah satu adalah minimal satu desa satu sarjana setiap tahun,” jelas Rudy pada Sabtu (4/10/2025).
Lalu, terkait pengolahan sampah, dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan kegiatan sosial keagamaan.
Kata dia, terdapat beberapa kobong dan majelis di tingkat desa yang belum berbadan hukum. Maka, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendukung melalui Bankeu Desa.
Nominal Bankeu Desa, lanjut Rudy, sebesar Rp 1,5 miliar secara maksimal yang tadinya bernilai Rp 1 miliar. Bantuan tersebut kini sedang tahap perencanaan.
“Kita rencanakan mudah-mudahan nanti disetujui oleh DPRD nilainya per tahun yang tadinya maksimal 1 miliar menjadi maksimal 1,5 miliar,” lanjutnya.
Sebagai contoh, Rudy mengambil Desa Tangkil yang disebut infrastrukturnya sudah selesai. Nantinya, Bankeu Desa sebesar Rp 1,5 miliar dapat digunakan untuk noninfrastruktur. Saat ini, perihal Bankeu masih dalam perumusan.
“Tetapi ada beberapa desa yang infrastrukturnya sudah selesai seperti contohnya desa tangkil bisa digunakan untuk noninfrastruktur maksimalnya 1,5 miliar atau menggunakan proporsi presentase nanti kita rumuskan bersama,” pungkasnya.
