JABAR EKSPRES – Pohon Karet Kebo berusia lebih dari 70 tahun yang berada di pintu keluar Balai Kota Bogor kini menjadi perhatian publik. Pasalnya, kondisi pohon yang mulai keropos, berongga, dan posisinya yang miring ke arah badan jalan dinilai dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan pemangkasan bertahap sejak beberapa hari terakhir untuk keselamatan bersama.
“Bagian atas pohon sangat mudah patah, sementara akarnya sudah ada yang kosong atau growong. Supaya tidak membahayakan, kami kurangi bebannya secara bertahap,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga:Gandeng Vidio, Shopee Luncurkan Inovasi Fitur Belanja Interaktif Vidio Shopping untuk Dorong Pertumbuhan UMKMDiakui KLH, Operasional PGN Guyur Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Ia menambahkan, pohon tersebut sudah masuk kategori KTP merah yang artinya berisiko tinggi. Jika kondisinya terus memburuk, opsi penebangan total kemungkinan besar akan ditempuh.
“Karena pohon yang besar dan tinggi, proses pemangkasan harus dilakukan bertahap. Itu pun kami lakukan di malam hari supaya tidak mengganggu pengguna jalan,” jelasnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang sempat meninjau langsung kondisi pohon tersebut pun menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Ia meminta pemangkasan dilakukan untuk mengurangi beban pohon sambil menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.
“Melihat kondisi sekarang memang ada potensi membahayakan. Kalau akhirnya memang harus ditebang, lokasi itu bisa dipakai untuk mini garden agar tetap bermanfaat,” ucap Dedie.
Sementara itu, masyarakat menanggapi rencana tersebut dengan beragam pandangan. Rina (34), warga Paledang, mengaku berat hati jika pohon itu benar-benar ditebang.
“Pohon tersebut kan sudah puluhan tahun ada, rasanya jadi bagian dari Balai Kota dan ikon Kota Bogor. Tapi kalau memang membahayakan, ya lebih baik ditebang daripada menimpa orang,” katanya.
Di sisi lain, Andi (29), pengendara ojek online, justru mendukung langkah penebangan total demi keselamatan bersama.
Baca Juga:Mazda Indonesia Hadir di GIIAS Bandung 2025, Perkenalkan CX-3 Kuro dan CX-60 SportKompetisi ‘Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas’ Dimulai, 1.300 UMKM Berebut Modal Usaha Rp1 Miliar
“Dahannya besar-besar, apalagi sering hujan dan angin. Ngeri kalau tiba-tiba patah jadi lebih baik ditebang saja sekalian. Kalau nantinya bakal dibikin mini garden juga pasti lebih menarik dan tentu aman untuk masyarakat,” ucapnya.
Hingga kini, Pemerintah Kota Bogor melalui Disperumkim pun masih terus memantau kondisi pohon sambil melakukan pemangkasan secara bertahap. Jika penebangan total akhirnya harus dilakukan, rencana pemanfaatan lokasi sebagai mini garden akan disampaikan lebih rinci kepada masyarakat menyusul.
