Love Scamming Jadi Ancaman Baru, Kekerasan Seksual di Cimahi Didominasi Orang Terdekat

Love Scamming Jadi Ancaman Baru, Kekerasan Seksual di Cimahi Didominasi Orang Terdekat
Kota Cimahi tengah menghadapi darurat kekerasan seksual/Foto: Freepik
0 Komentar

“Kadang peran ayah hilang, semua pendidikan anak diserahkan ke ibu. Padahal ibu juga sibuk bekerja atau urusan rumah tangga. Akhirnya anak mencari jawaban di internet dan terpapar situs-situs berbahaya,” tambahnya.

DP3AP2KB Cimahi juga memperkuat program ketahanan keluarga, mulai dari bina keluarga balita hingga bina keluarga remaja, serta melibatkan Forum Anak dan Karang Taruna untuk mengedukasi sebaya.

“Sejak usia 10 hingga 18 tahun, anak-anak dibina agar mengenal apa itu kekerasan seksual maupun fisik, sehingga mereka bisa menyampaikan informasi ini ke teman sebayanya,” jelas Fitriani.

Baca Juga:PSG Tundukkan Barcelona Lagi! Luis Enrique Puji Semangat Juang Anak AsuhnyaLiverpool Krisis Jelang Duel Kontra Chelsea, Alisson dan Ekitike Dipastikan Absen

Hingga September 2024, tercatat 56 laporan kasus kekerasan di Cimahi. Rinciannya, 33 kasus menimpa perempuan, dan 23 kasus menimpa anak-anak. Mayoritas berupa kekerasan seksual dengan pelaku orang terdekat.

“Siapapun bisa menjadi pelaku, baik keluarga, sepupu, tetangga, guru, bahkan penjaga sekolah. Karena itu, kewaspadaan seluruh pihak sangat dibutuhkan,” tegas Fitriani menutup. (Mong)

0 Komentar