Antisipasi Aksi Massa, Polrestabes Bandung Gelar Simulasi Penanganan Huru-Hara

Perkuat Sistem Pengamanan saat Unjuk Rasa, Polrestabes Bandung gelar Simulasi Penanganan Huru-hara
Polrestabes Bandung dan beberapa instansi terkait lainnya saat menggelar simulasi atau latihan penanganan huru-hara di Lapangan Tegalega, Kota Bandung. Jum\'at (26/9). Foto. Sandi Nugraha/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Untuk memperkuat sistem pengamanan menghadapi potensi unjuk rasa, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menggelar simulasi penanganan huru-hara di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Jumat (26/9) pagi.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang disebabkan oleh aksi unjuk rasa.

“Simulasi ini dilakukan agar personel terbiasa dengan berbagai skenario lapangan, mulai dari pengendalian massa, penggunaan peralatan dalmas, hingga evakuasi korban,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga:Kuota 8 Persen Suporter Timnas Indonesia di Arab Saudi Tak IdealTerungkap! Alasan Mees Hilgers dan Marselino Tak Dipanggil Timnas Indonesia, Ternyata…

Dalam simulasi tersebut, sejumlah unsur turut dilibatkan, termasuk personel Sabhara, Brimob, dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kerusuhan saat aksi demonstrasi.

Asep menyebutkan bahwa simulasi ini mengacu pada prosedur standar operasional (SOP) yang tertuang dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa (Dalmas).

“Kami ingin memastikan seluruh anggota siap, terlatih, dan memahami prosedur saat menghadapi kerusuhan,” tegas Asep.

Tak hanya dari kepolisian, beberapa instansi lain juga dilibatkan dalam simulasi ini, seperti TNI, Dinas Kebakaran Kota Bandung, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Asep berharap, melalui latihan gabungan ini, sinergi antarinstansi dapat terjalin lebih kuat sehingga pengamanan di Kota Bandung menjadi lebih solid dan responsif terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas.

“Dengan adanya latihan bersama ini, diharapkan pengamanan di Kota Bandung semakin solid dan masyarakat merasa aman,” pungkasnya.(San)

0 Komentar