JABAR EKSPRES – Seorang PNS RSUD Welas Asih, Koman, patut diacungi jempol. Ia menjadi penggagas Inovasi Arisan Mobil. Berkat idenya itu, ia kini tengah berkompetisi dalam ajang PNS berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat, yakni PNS Berprestasi Inovatif, Inspiratif dan The Future Leader 2025.
PNS yang mengabdi sejak 2021 di RSUD Welas Asih itu mulanya bersaing dengan 264 kandidat se-Jawa Barat, yang lolos di tahap administrasi dan portofolio.
Koman kemudian lolos dalam 100 besar sehingga masuk di tahap wawancara. Inovasinya ternyata cukup memikat juri, sehingga ia lolos ke tahap visitasi lapangan bersama 30 kandidat lainnya. Tahap visitasi itu juga baru dilakukan Senin (22/9).
Baca Juga:BGN Optimis Anggaran MBG Rp71 Triliun dapat Terserap Meski Baru 18 PersenHotman Paris Protes Bunga Deposito Menurun Efek Penempatan Dana Rp200 Triliun, Menkeu: Biar Ekonomi Jalan
Koman menceritakan, di tahap visitasi itu pihaknya juga ditanya beberapa pihak yang menjadi juri. Mulai dari praktisi hingga para akademisi. “Visitasi juga melakukan wawancara pada penerima manfaat. Atau masyarakat yang mengakses inovasi Arisan Mobil,” katanya.
Koman melanjutkan, ia menjadi satu-satunya PNS yang mewakili RSUD Welas Asih. “Kalau nanti juara akan diusulkan untuk lomba tingkat nasional,” cetusnya.
Arisan Mobil adalah aplikasi yang membantu memangkas antrean pengunjung hingga tracking layanan obat di apotek. Arisan Mobil resmi diluncurkan sebagai salah satu inovasi pelayanan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 120/Kep_873-BP2D/2022 tentang Inovasi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 – 2022.
Inovasi tersebut mulai diberlakukan di RSUD Welas Asih pada 14 Maret 2022. Aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan pasien dalam mengakses dan mendapatkan pelayanan di RSUD.
Koman menuturkan, inovasi itu muncul dari keprihatinan kondisi antrean di RSUD kala itu. Di 2021 itu antrean mengular, kasihan masyarakat harus datang pagi-pagi demi dapat nomor antrean pertama,” cetusnya.
Karena itulah, ia membuat ide dan inovasi untuk menyederhanakan sistem antrean tersebut. Sehingga keluar Arisan Mobil. “Ini tuntutan juga ya. Sebagai eselon IV harus inovatif menyelesaikan masalah,” katanya.
Pihaknya mengaku bangga bisa mewakili RSUD Welas Asih dalam ajang kompetisi itu. “Awalnya saya tidak minat, tapi dorongan dari teman-teman sehingga mau maju,” tutupnya. (son)
