Pengelolaan Limbah Dapur SPPG di Lanud Husein Sastranegara Ditinjau Wamen LH

Pengelolaan Limbah Dapur SPPG di Lanud Husein Sastranegara Ditinjau Wamen LH
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (kedua kiri) bersama Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Irman Fathurrahman (kiri) memberikan komposter untuk penunjang fasilitas pembuangan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 dan 4 di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (23/9). Dalam kunjungan kerjanya Wakil Menteri Lingkungan Hidup meninjau penerapan sistem pengelolaan limbah ramah lingkungan. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono meninjau fasilitas pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 dan 4 di Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa (23/9/2025).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat langsung penerapan sistem pengelolaan sampah ramah lingkungan di lingkungan dapur militer.

Dalam kunjungan tersebut, Diaz menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) siap memberikan dukungan terhadap upaya pengelolaan limbah dapur SPPG. Salah satunya melalui bantuan komposter yang bisa digunakan untuk mengolah sampah organik.

Baca Juga:BGN Optimis Anggaran MBG Rp71 Triliun dapat Terserap Meski Baru 18 PersenSiswa SMAN 3 Cimahi Ngeluh Soal Menu MBG, Begini Penjelasan Pihak Sekolah

“Jadi tadi kami sudah melihat dapur ini, dan sudah pasti KLH siap mendukung. Kami selalu berpikir untuk kolaborasi dengan SPPG yang ada di Jogja maupun di tempat lain di Indonesia,” kata Diaz kepada wartawan di lokasi.

“Kali ini kami mendukung dengan memberikan komposter-komposter yang bisa digunakan oleh dapur SPPG, sehingga nanti pengelolaan sampahnya bisa lebih tertata dan lebih baik,” ujar Diaz.

Diaz pun mengapresiasi upaya pengelolaan limbah yang sudah berjalan di dapur SPPG. Ia menilai bahwa meski tanpa petunjuk teknis resmi dari KLH, pengelolaan sampah sudah dilakukan secara mandiri.

“Nantinya kami apresiasi juga ini yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan, karena even tanpa juknis itu, kawan-kawan juga sudah mulai untuk mengelola sampah,” katanya.

Diaz menambahkan, KLH saat ini tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) pengelolaan sampah dan air limbah yang akan dibagikan kepada instansi terkait untuk memperkuat sistem pengelolaan di lapangan.

“Tentunya perlu ada penguatan-penguatan, karena kami pun di KLH juga lagi dalam proses membuat juknis tentang pengelolaan sampah dan air, yang nantinya bisa kami share kepada BGN untuk penguatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Diaz juga menjelaskan bahwa rata-rata sampah dapur yang dihasilkan bisa mencapai 10 kilogram per hari, tergantung menu yang disajikan. Sampah tersebut, lanjutnya, bisa diolah dengan komposter agar menghasilkan produk sampingan yang bermanfaat.

Baca Juga:MBG Cipongkor Disetop, BGN Temukan Kelalaian di Dapur SPPGMarak Kasus Keracunan, DPRD Kabupaten Bandung Desak Quality Control MBG Diperketat

“Kalau biasanya setiap dapur harus 10 kilo, tergantung menunya juga. Saya rasa dengan lebih laku, itu sudah merupakan langkah yang sangat baik. Sampahnya bisa kita taruh di komposter, kita diamkan beberapa waktu sampai turun sendiri, lalu air hasil penguraiannya nanti bisa digunakan kembali,” ungkap Diaz.

0 Komentar