JABAR EKSPRES – Jumlah korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melonjak drastis.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, hingga Selasa pagi, (23/9) sekira pukul 08.00 WIB, tercatat 342 siswa dari berbagai sekolah di Desa Sirnagalih terpapar gejala keracunan.
Mereka dirawat di beberapa titik, mulai dari GOR Kecamatan Cipongkor sebagai pusat penanganan, lalu sebagian dirujuk ke RSUD Cililin dan RSIA Anugrah. Rata-rata korban mengeluhkan sesak nafas, mual, dan muntah-muntah.
Baca Juga:Nikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung PasteurLewat “A Legacy of Love”, Sun Life Indonesia Gelar Bright Talk Spesial
Namun, jumlah korban keracunan menu MBG yang terjadi sejak Senin (22/9/2025) siang itu diprediksi terus bertambah. Sebab sampai Selasa, siswa masih terus berdatangan ke GOR Kecamatan Cipongkor.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menegaskan untuk menyetop Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi menu makanan penyedia di wilayah tersebut.
“Saya sudah minta untuk stop sementara,” kata Dadan usai meninjau langsung korban keracunan massal di GOR Kecamatan Cipongkor.
Saat meninjau SPPG, Dadan mengakui adanya kelalaian yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa mengalami keracunan.
“Saya sudah meninjau SPPG-nya. Kondisinya sebenarnya bagus, hanya mungkin ada keteledoran, kemudian harus jadi perbaikan menyeluruh ya di SPPG tersebut,” katanya.
Secara keseluruhan dengan berbagai kejadian keracunan ini, BGN bakal melakukan evaluasi pola produksi di dapur SPPG di seluruh wilayah. Setiap dapur SPPG khususnya yang baru beroperasi diintruksikan tidak memproduksi menu dalam jumlah banyak.
“Jadi saya kan sudah menginstruksikan untuk memulai kegiatan dari jumlah kecil ya. Memang untuk awal-awal baiknya 2 sekolah dulu, 3 sekolah dulu sampai terbiasa seperti itu, dan sepertinya yang lagi SPPG ini (Cipari) dia berusaha untuk dalam jumlah besar di awal. Jadi itu ada kesalahan teknis,” ujar Dadan.
Baca Juga:PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori JatimbalinusKapolresta Bandung Resmi Jadi Dewan Penasehat dan Bapak Angkat Komunitas Ojol Samawana Jabar
Kemudian, Dadan meminta menu makanan untuk program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu diproses tidak lebih dari 4 jam.
“Sekarang kami memberikan instruksi agar makanan diproses tidak lebih dari 4 jam sampai ke 5 jam, jadi ini kan memperpendek rantai. Selain itu juga bahan baku kan perlu dipersiapkan dengan bahan dari supplier yang kualitasnya baik,” imbuhnya.
