Srikandi Penabur Cirebon Masih Perkasa, Gasak Putri Delapan Bandung di Laga Perdana

Srikandi Penabur Cirebon Masih Perkasa, Gasak Putri Delapan Bandung di Laga Perdana
Srikandi SMA BPK Penabur Cirebon jadi penguasa Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java – East
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dominasi belum pudar, Srikandi SMA BPK Penabur Cirebon kembali menunjukkan mengapa mereka layak menyandang status penguasa Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java – East. Bermain di Gor C-Tra Arena, Kota Bandung, Selasa (16/9), sang juara bertahan mempermalukan SMA Negeri 8 Bandung dengan skor telak 49-14.

Sejak bola loncat pertama, atmosfer pertandingan sudah terasa timpang. Penabur Cirebon langsung menyalakan mesin serangan tanpa memberi ruang sedikit pun bagi Putri Delapan untuk bernapas.

Kuarter pertama menjadi bukti nyata: defense rapat, transisi cepat, dan akurasi tembakan yang efisien membuat skor ditutup 12-0. Publik seakan menyaksikan satu tim yang sedang berlatih strategi, sementara lawannya masih mencari irama permainan.

Baca Juga:Tak Terbendung: Putri SMAN 2 Bandung Buka DBL dengan Pesta SkorMenjalani Komplikasi dari Atas Kursi Roda, Nyimas Dewi Arimbi Tetap Wujudkan Mimpi Anaknya Bermain di DBL

Memasuki kuarter kedua, situasi tak banyak berubah, Penabur tetap menginjak pedal gas dalam-dalam. Guard andalan mereka, Kartika Hatta, jadi motor serangan yang tak bisa dihentikan. Ia bermain lugas, matang dalam membaca situasi, sekaligus klinis dalam eksekusi.

Total 11 poin yang ia bekukan jadi angka krusial yang menegaskan perbedaan level antara kedua tim. Saat buzzer paruh pertama berbunyi, papan skor sudah menunjukkan jarak lebar: 24-3.

Kuarter ketiga dan keempat berjalan dalam pola yang sama: dominasi mutlak Penabur Cirebon. Rotasi pemain yang diterapkan pelatih tetap menjaga intensitas.

Setiap pemain yang masuk lapangan tampil trengginas, menekan, dan penuh determinasi. Putri Delapan sesekali mampu mencuri poin, namun tak cukup berarti. Hingga akhir laga, skor besar 49-14 jadi kenyataan.

Kemenangan ini bukan hanya soal menambah catatan positif di DBL Bandung 2025, tapi juga menjadi pesan keras kepada tim-tim lain: Penabur Cirebon masih berada di level berbeda.

Status triple champion yang mereka genggam dalam edisi sebelumnya tampaknya bukan sekadar titel historis, melainkan standar performa yang konsisten dijaga.

Kemenangan ini juga pesan tegas untuk seluruh pesaing: Penabur Cirebon belum berhenti lapar akan gelar. Dengan tradisi juara yang masih hangat di ingatan, Srikandi Penabur kembali menapaki jalannya mempertahankan mahkota Triple Championship. (Dam)

0 Komentar