Disdagin Kabupaten Bogor Ungkap Penyebab Harga Ayam Potong Naik : Harga Pakan Mahal

Disdagin Kabupaten Bogor Ungkap Penyebab Harga Ayam Naik : Harga Pakan Mahal
Ilustrasi pedagang ayam. Foto: Regi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga ayam potong di beberapa pasar Kabupaten Bogor mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Penyebab utama kenaikan harga ini didasari dua faktor utama yakni, meningkatnya permintaan masyarakat dan tingginya harga pakan ayam.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Tertib Niaga Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Bogor, Anton Sujana.

“Pertama yang jadi pemicunya karena permintaan masyarakat sendiri, kedua (harga) pakan naik,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga:Menkop Minta Suntikan Dana ke Himbara Rp3 Miliar per Kopdes Merah Putih?Harga Ayam Potong di KBB Tembus Rp40 Ribu, Warga dan Pedagang Kelimpungan

Seiring dengan tingginya harga ayam di pasaran, Disdagin pun bergerak cepat untuk menanggulangi masalah tersebut.

Anton menambahkan, bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah distributor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan ayam tetap tersedia dengan cukup.

“Kami sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan beberapa distributor, untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga ayam di pasaran,” tegasnya.

Kenaikan harga ayam tidak hanya dirasakan oleh konsumen di pasar-pasar besar, tetapi juga di pasar tradisional yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor, seperti Pasar Cileungsi, Pasar Ciluar, Pasar Ciawi, dan beberapa pasar lainnya.

Lebih lanjut, Anton menjelaskan bahwa fokus utama Disdagin adalah memastikan ketersediaan bahan pokok penting, termasuk ayam, agar tidak terjadi kelangkaan yang berujung pada kesulitan bagi masyarakat.

“Ketersediaan bahan pokok tetap menjadi prioritas kami, karena tujuan kami bukan hanya menstabilkan harga, tetapi juga memastikan pasokan ayam tidak terhambat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Ciluar, Sri (46) mengatakan, tidak tau pasti penyebab kenaikan harga daging ayam tersebut.

Baca Juga:SPBU Swasta Krisis Pasokan, BBM Impor AS Masih Abu-Abu?Pelari dari Berbagai Penjuru Bersatu dalam BDG100 Ultra, EIGER Hadirkan Uji Coba Trail-Running

“Kurang tau ya kalau penyebabnya mah, yang pasti biasa jual Rp36 ribu, sekarang jual bisa diangka 45 ribu,” ucapnya.

Akibat kenaikan harga itu lah, kata Sri, ada penurunan pembelian daging ayam di lapak jualanya.

“Harga jual daging ayam naik, otomatis pemasukan saya berkurang, jadinya yang datang ada yang beli kepala ayam aja, kadang ada yang ‘enggak beli dulu ah, nanti kalau ayam turun (harga) ya’ gitu. Ada (beli ceker),” imbuhnya.

0 Komentar