JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi kembali melibatkan barak militer sebagai tempat pembinaan pelajar tingkat SMP. Mulai Senin (15/9/2025), sebanyak 184 siswa yang tergabung dalam kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Kota Cimahi mengikuti program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Markas Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas) TNI AD, Jalan Pasirkumeli, Cimahi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menanamkan disiplin sejak dini melalui pola pembinaan yang terukur dan ketat.
“Hari ini kami membuka kegiatan LDKS khusus untuk OSIS SMP di Kota Cimahi. Kita titipkan lagi di Pusdikjas AD sebanyak 184 orang, sekaligus pelepasan Gala Siswa Indonesia (GSI) perwakilan Kota Cimahi yang akan bertanding ke Bogor,” ujar Ngatiyana.
Baca Juga:120 Honorer Cimahi Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Pelantikan Tinggal MenungguDisdukcapil Cimahi Dorong Tertib Administrasi dan Kesadaran Identitas Sejak Dini
Menurutnya, program ini menjadi gelombang kedua LDKS setelah pekan lalu Pemkot Cimahi mengirimkan 183 siswa SMP secara umum ke lokasi yang sama.
“Pelaksanaan hari ini khusus OSIS, utamanya untuk meningkatkan kedisiplinan anak-anak. Mereka dididik dan dilatih selama tiga hari penuh,” ucapnya.
Ngatiyana menegaskan bahwa kunci keberhasilan pendidikan tidak hanya pada pengetahuan, melainkan juga karakter.
“Kedisiplinan, kerja keras, dan kemauan yang kuat harus ditanamkan. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat menularkan semangat itu kepada teman-temannya di sekolah. Dengan bekal seperti ini, mudah-mudahan lahir calon pemimpin yang tangguh dari Cimahi,” katanya.
Ia juga menguraikan bahwa materi pembinaan meliputi pembentukan karakter, etika, sopan santun, hingga pola hidup teratur.
Seluruh aktivitas siswa dikontrol penuh oleh pelatih dan pembina, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur. Bahkan, ponsel dilarang dibawa agar seluruh peserta fokus pada program.
“Kalau kemarin untuk siswa secara umum, materinya sama. Ada pembelajaran karakter, disiplin, kepribadian, tingkah laku, hingga tata cara kehidupan sehari-hari yang diatur oleh pembina. Siswa tidak boleh membawa HP, sehingga benar-benar fokus pada kegiatan,” imbuh Ngatiyana.
Baca Juga:Ribuan Rumah Tidak Layak Huni Masih Membayangi, Program Perbaikan Rutilahu Kota Cimahi Belum Maksimal?Dari Hafal UUD hingga Juara Nasional, Pramuka MTsN Cimahi Jadi Pilar Pendidikan Karakter
Pemkot Cimahi berkomitmen menjadikan program LDKS di barak militer ini sebagai agenda berkelanjutan.
