Ribuan Rumah Tidak Layak Huni Masih Membayangi, Program Perbaikan Rutilahu Kota Cimahi Belum Maksimal?

Ribuan Rumah Tidak Layak Huni Masih Membayangi Kota Cimahi, Program Perbaikan Rutilahu Belum Maksimal?
Ilustrasi kawasan rumah tidak layak huni yang masih menjadi PR Pemkot Cimahi. Dok. Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persoalan rumah tidak layak huni (Rutilahu) masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota Cimahi. Hingga awal tahun 2025, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) mencatat terdapat 2.491 unit Rutilahu yang tersebar di tiga kecamatan.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang, mengungkapkan jumlah tersebut berdasarkan pendataan resmi hingga memasuki tahun berjalan.

“Kita bicara data di Kota Cimahi ini ada 2.400-an Rutilahu, itu data sampai awal tahun 2025,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2025).

Baca Juga:Perbaikan Rutilahu di Cimahi Masih jadi Prioritas, 12 Ribu Unit Masih Menunggu Sentuhan ProgramDari 15 Ribu Rutilahu Baru 264 Unit Diperbaiki, Pemkab Bandung Barat Akui Lamban

Untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, Pemkot Cimahi pada tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,6 miliar. Dana tersebut difokuskan pada perbaikan 304 unit rumah, dan diharapkan bertambah melalui anggaran perubahan.

“Rp7,6 miliar itu anggaran murni tahun ini, kita garap di 304 unit. Di (anggaran) perubahan mudah-mudahan bisa kita garap lagi, bisa kita realisasikan sekitar 200 unit. Jadi bisa berkurang 500 Rutilahu, ada sekitar 1.900-an lagi yang harus kita selesaikan,” jelas Endang.

Mayoritas Rutilahu di Cimahi terletak di Kecamatan Cimahi Tengah dan Cimahi Selatan. Menurut Endang, tingginya kepadatan penduduk dan aktivitas industri di kawasan tersebut berdampak pada kualitas hunian masyarakat.

“Data kita sebagian besar ada di Cimahi Tengah dan Selatan. Karena di sana daerah urban, kemudian daerah industri dengan kepadatan yang sangat tinggi, otomatis pemanfaatan tanahnya akan sangat intens. Sehingga mungkin, kaidah bangunan layak huninya kurang terperhatikan,” ungkapnya.

Endang menegaskan, perbaikan Rutilahu merupakan program prioritas pemerintah karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup warga.

“Rutilahu itu kan sangat penting, untuk meningkatkan kualitas, selain kualitas lingkungan tapi juga masalah kesehatan masyarakat. Jadi ini tentunya menjadi agenda yang akan terus kita laksanakan,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar