Dari Hafal UUD hingga Juara Nasional, Pramuka MTsN Cimahi Jadi Pilar Pendidikan Karakter

Dari Hafal UUD hingga Juara Nasional, Pramuka MTsN Cimahi Jadi Pilar Pendidikan Karakter
Sejumlah Siswa dan Peserta dari MTSN Kota Cimahi saat Upacara Pembukaan Kemah Blok di Paku Haji, Bandung Barat. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kemandirian, kedisiplinan, dan kebersamaan menjadi ruh utama dalam kegiatan Pramuka di MTsN Kota Cimahi. Hal itu terlihat dari semangat para siswa yang rela berlatih berhari-hari demi tampil maksimal di setiap perkemahan maupun perlombaan.

Dari siswi yang hafal Undang-Undang Dasar (UUD) tanpa teks hingga meraih juara di berbagai lomba, pengalaman ini bukan sekadar rutinitas, melainkan proses membentuk karakter generasi muda.

Di kegiatan Kemah Blok MTsN Kota Cimahi yang berlangsung pada 13–14 September 2025 di Bumi Perkemahan PH 50 Paku Haji, Bandung Barat.

Baca Juga:PT GAG Nikel Kembali Beroperasi, Penyelesaian Tambang di Raja Ampat Hanya Omon-Omon?Menkeu Tarik Rp200 Triliun dari BI untuk Suntikan Dana Himbara, Solusi Percepat Perputaran Ekonomi?

Ratusan siswa tampak antusias mengikuti beragam agenda Pramuka, mulai dari latihan baris-berbaris, mendirikan tenda, diskusi kelompok, hingga persiapan upacara.

Suasana ceria itu tidak hanya sekadar aktivitas luar kelas, melainkan ruang penting menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan kemandirian bagi para peserta.

Salah satu momen menarik datang dari Najwa Aulia (14), siswi kelas 9C yang dipercaya menjadi petugas pembaca Undang-Undang Dasar. Dengan percaya diri, ia melafalkan pasal-pasal UUD tanpa teks, hasil dari hafalan yang ia latih sendiri.

“Awalnya tuh coba-coba aja hafalin, eh ternyata malah jadi petugas UUD waktu Persami. Terus sekarang udah hafal di luar kepala, meskipun ada bagian yang panjang dan agak sulit,” ungkap Najwa dengan wajah berbinar saat disambangi Jabar Ekspres di lokasi.

Bagi Najwa, tampil dalam upacara bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga cerminan kedisiplinan dan solidaritas. Bersama regu, ia berlatih baris-berbaris dua minggu sebelumnya agar kekompakan terjaga.

“PBB itu kan harus ada chemistry, makanya kita latihan dari jauh-jauh hari biar solid. Kesulitannya ada, tapi karena sering latihan, akhirnya bisa,” tambahnya.

Kisah serupa datang dari Runa Layla (14), siswi kelas 9J yang menjadi pembawa acara. Baginya, Pramuka adalah wadah pembentukan sikap mandiri dan inisiatif.

Baca Juga:Kumpulkan Bupati-Wali Kota dan DPRD Se-Jateng, Ahmad Luthfi: Tidak Ada Kenaikan Tunjangan!Kemenkeu Klaim Suntikan Dana Rp200 Triliun ke Bank Mirip Skema Kopdes Merah Putih, Benarkah?

“Saya ikut Pramuka sejak SD, awalnya karena nerusin dari keluarga, tapi lama-lama semakin tertarik. Banyak sikap positif yang bisa diasah, seperti solidaritas dan kemandirian,” ujarnya.

Runa mengaku tantangan terbesar biasanya muncul ketika ada event mendadak.

0 Komentar