“Pernah, seminggu sebelum lomba di Misbah Kunur baru dikasih tahu. Jadi dalam waktu singkat kita harus latihan penuh PBB dan Semapur. Walaupun mepet, kita tetap berusaha maksimal,” jelasnya.
Meski penuh tantangan, pengalaman itu berbuah manis. Sejak kelas VII, Runa aktif mengikuti lomba hingga Jambore, bahkan berhasil menyumbangkan prestasi membanggakan di ajang tingkat kabupaten.
“Alhamdulillah, di SMAN 1 Batujajar kita dapat juara di sembilan kategori, mulai dari pengetahuan agama, Bahasa Inggris kepramukaan, pioneering, sampai PPGD. Ada yang juara satu, dua, bahkan tiga,” katanya penuh bangga.
Baca Juga:PT GAG Nikel Kembali Beroperasi, Penyelesaian Tambang di Raja Ampat Hanya Omon-Omon?Menkeu Tarik Rp200 Triliun dari BI untuk Suntikan Dana Himbara, Solusi Percepat Perputaran Ekonomi?
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN Kota Cimahi, Amin Asnawi, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan Kemah Blok tersebut adalah memupuk kedisiplinan.
“Dari bangun pagi, melaksanakan ibadah, hingga mengikuti setiap agenda yang disusun, semua diarahkan agar anak-anak belajar menghargai waktu dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Amin, kebersamaan menjadi fondasi utama. Ia menjelaskan, anak-anak diajak untuk saling mengenal, bekerja sama dalam regu, hingga mendirikan tenda bersama.
“Tidak ada perbedaan, semua adalah keluarga besar Pramuka,” tegasnya.
Selama perkemahan, siswa juga dituntut mengurus kebutuhan pribadi, dari menyiapkan perlengkapan, menjaga kesehatan, hingga kebersihan lingkungan.
“Kemandirian ini adalah bekal penting untuk membentuk pribadi tangguh di masa depan,” tambahnya.
Tak hanya kedisiplinan, kegiatan ini juga diselipi nilai keagamaan. Setiap pagi dan sore, siswa mengikuti kultum setelah salat berjamaah. Ada pula unsur bela negara lewat baris-berbaris serta pendidikan lingkungan.
Baca Juga:Kumpulkan Bupati-Wali Kota dan DPRD Se-Jateng, Ahmad Luthfi: Tidak Ada Kenaikan Tunjangan!Kemenkeu Klaim Suntikan Dana Rp200 Triliun ke Bank Mirip Skema Kopdes Merah Putih, Benarkah?
Meski begitu, tantangan tetap ada. Amin menyebut siswa kelas VII kerap sulit lepas dari gadget.
“Mereka sering bertanya apakah boleh membawa HP. Aturannya jelas, HP tidak diperbolehkan agar mereka fokus. Kalau ada yang membawa, biasanya dititipkan ke pembimbing,” ujarnya.
Namun, semangat siswa dianggap sebagai harapan baru. Menurut Amin, Pramuka adalah sarana strategis untuk melahirkan generasi muda berkarakter Islami, disiplin, mandiri, peduli lingkungan, sekaligus berprestasi.
“Ini bukan sekadar perkemahan. Lebih dari itu, ini adalah proses panjang menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (Mong)
