BGN Apresiasi Peran Masyarakat dalam Pembangunan Dapur SPPG di Kabupaten Bandung

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat mengunjungi dapur SPPG di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupat
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat mengunjungi dapur SPPG di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (9/9/2025). Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengapresiasi kontribusi masyarakat dan mitra lokal dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal itu disampaikan saat ia meninjau dapur SPPG di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (9/9/2025).

Menurut Dadan, pembangunan SPPG yang melibatkan peran masyarakat terbukti jauh lebih cepat dibandingkan dengan skema pemerintah.

Baca Juga:Biar Kulit Halus Lagi, Ini 7 Cara Sederhana Atasi Pori-Pori MembandelMerefleksikan Tema Haornas 2025 ‘Olahraga Satukan Kita’ ala DBL Indonesia

“7.558 murni 100 persen dibangun oleh mitra-mitra. Ini luar biasa. Satu SPPG butuh dua miliar. Sekarang sudah terdaftar 29 ribu. Jadi kalau masing-masing mengeluarkan dua miliar saja, itu sudah 50 triliun uang beredar, dan itu bukan uang pemerintah, tetapi uang masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran BGN justru menjadi pemicu perputaran dana masyarakat.

“Badan gizi baru mengeluarkan Rp13,2 triliun. Jadi satu rupiah badan gizi itu memicu lima rupiah dana masyarakat. Enggak heran kalau toko-toko material sekarang sampai kebingungan, ternyata orang ramai-ramai membangun SPPG,” ungkapnya.

Dadan juga mengakui pembangunan melalui jalur pemerintah terhambat urusan administratif. Target 1.542 SPPG yang seharusnya rampung Agustus lalu, hingga kini belum satu pun terbangun.

“Administrasi ini jelimet. Harus ada lahan pinjam pakai atas nama Pemda, rekomendasi bupati, lalu diverifikasi Kementerian Keuangan. Jadi meskipun ada dana Rp6 triliun, sampai sekarang belum bisa membangun,” katanya.

Ia menyebut Presiden RI juga memahami kondisi tersebut.

“Pak Presiden hitung-hitung, kalau bangun 30 ribu SPPG butuh Rp60 triliun. Saya jawab, betul Pak Presiden, tapi punya uang saja belum tentu bisa bangun. Jadi beliau mengapresiasi langkah masyarakat. Siapa saja yang sudah bangun, pasti kami akomodir, tidak akan ditolak,” tegas Dadan.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan, di wilayahnya saat ini terdapat 361 titik dapur SPPG, dengan sekitar 90 dapur sudah beroperasi. Sisanya sebanyak 250 titik dalam tahap pembangunan dan persiapan.

“Hampir setiap hari saya komunikasi dengan Kepala BGN karena ingin sesuai target, maksimal Desember semua bisa selesai dan beroperasi. Alhamdulillah ini hasil kerja bareng mitra dan pengusaha lokal yang sangat responsif,” ujar Dadang.

0 Komentar