Dadang juga menilai pola pembangunan bottom-up yang melibatkan masyarakat jauh lebih efektif dibandingkan menunggu instruksi pusat.
“Faktanya, kalau menunggu top down memang lama. Bukan berarti BGN tidak berupaya, tapi dengan kolaborasi dan komunikasi intens, hasilnya lebih cepat terwujud. Buktinya di Kabupaten Bandung hari ini sudah ada 90 dapur yang operasional,” jelasnya.
