JABAR EKSPRES – Polemik keterlambatan pengangkutan sampah di wilayah Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, memicu kebingungan di tengah masyarakat.
Isu ini berkembang setelah beberapa RW mengeluhkan tumpukan sampah yang dinilai tidak segera diangkut. Untuk meluruskan informasi tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Lewigoong memberikan penjelasan resmi terkait jadwal dan sistem pengelolaan sampah.
Kepala UPT Persampahan Lewigoong, Dadang, menegaskan bahwa proses pengangkutan sampah telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi Minta Karang Taruna Kawal Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan DesaMenag Janji Renovasi Majelis yang Ambruk di Bogor: Ini Musibah, Tapi Niatnya Mulia
“Kalau sampah di sini pos namanya, per hari rata-rata hanya satu kali pembuangan. Itu mencakup sekitar delapan RW,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Senin (8/9/25).
Ia menjelaskan, pengangkutan sampah dibedakan berdasarkan jenisnya. Untuk sampah organik, pengangkutan dilakukan setiap hari Senin hingga Sabtu. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik khusus dijadwalkan pada hari Selasa.
“Kalau organik wajib diolah terlebih dahulu. Jika tidak, harus dikembalikan agar bisa diproses kembali,” ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan sebagian besar sampah organik yang dikumpulkan warga tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai pakan maggot.
Program pemanfaatan ini telah berjalan lebih dari satu tahun dan dinilai mampu memberi manfaat tambahan bagi warga, khususnya para peternak.
“Alhamdulillah ada perubahan. Sampah organik diolah jadi pakan maggot, lalu hasilnya bisa dimanfaatkan untuk peternak,” tuturnya.
Sebagai upaya pendukung, pihak UPT juga memanfaatkan mesin pemilah sampah atau yang dikenal dengan mesin Gibrig. Teknologi ini digunakan untuk memastikan pemilahan lebih efektif sebelum sampah dikirimkan ke pihak pengelola lanjutan.
Baca Juga:Polisi Dirikan Posko Kesehatan dan Trauma Healing untuk 80 Korban Tragedi Majelis Ambruk di Ciomas Bogor80 Jamaah Jadi Korban Runtuhnya Majelis di Ciomas, Bupati Bogor Ungkap Hal Ini!
“Kami hanya mengirimkan sampah yang sudah dipilah. Untuk pengelolaan lebih lanjut, itu menjadi ranah pihak peternak,” tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, UPT Persampahan Lewigoong berharap masyarakat dapat memahami mekanisme pengangkutan sampah secara lebih jelas.
