Menag Janji Renovasi Majelis yang Ambruk di Bogor: Ini Musibah, Tapi Niatnya Mulia

Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau kondisi korban yang dirawat di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu
Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau kondisi korban yang dirawat di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025). ANTARA/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan komitmennya untuk membantu proses renovasi Majelis Taklim Asohibiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang ambruk saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (7/9).

Dalam kunjungannya ke RSUD Kota Bogor, Menag menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan jamaah lainnya.

“Kami sangat berduka atas kecelakaan ini. Saya sudah mengunjungi para korban di rumah sakit, dan Kementerian Agama akan berperan aktif membantu mereka,” ujar Nasaruddin.

Baca Juga:Polisi Dirikan Posko Kesehatan dan Trauma Healing untuk 80 Korban Tragedi Majelis Ambruk di Ciomas Bogor80 Jamaah Jadi Korban Runtuhnya Majelis di Ciomas, Bupati Bogor Ungkap Hal Ini!

Kementerian Agama akan bekerja sama dengan Pemkab Bogor dan BAZNAS untuk membantu meringankan beban para korban dan keluarga yang terdampak. Bantuan tidak hanya bersifat moril, tetapi juga materiil, termasuk dalam hal perbaikan fasilitas ibadah yang rusak.

“Kami akan bantu renovasi majelis taklim dan musala yang terdampak. Juga akan memberikan tanda kepedulian kepada keluarga korban,” jelasnya.

Menag menegaskan pentingnya menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran nasional, terutama terkait keamanan fasilitas keagamaan yang sering digunakan oleh masyarakat dalam jumlah besar.

“Perlu evaluasi total agar kejadian seperti ini tidak terulang. Kita menunggu hasil penyelidikan, tapi yang utama sekarang adalah fokus pada pemulihan korban,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar para korban segera pulih, serta doa agar yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.

“Semoga mereka yang luka segera sembuh, dan yang meninggal diterima di sisi Allah. Insyaallah termasuk syuhada karena niatnya mulia – datang untuk memperingati Maulid Nabi,” kata Nasaruddin.

Meski dilanda musibah, Nasaruddin menekankan bahwa semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh luntur. Ia menyebut bahwa apa yang terjadi adalah di luar kehendak manusia.

Baca Juga:BPBD Ungkap 3 Orang Tewas dalam Runtuhnya Majelis Saat Maulid di Ciomas BogorTim Gabungan Kerahkan Segala Upaya, Sisir Reruntuhan Majelis Sepanjang Hari

“Ini kehendak Tuhan. Niatnya baik, tapi takdir berkata lain. Kita serahkan semuanya kepada Allah,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan Majelis Taklim Asohibiyah roboh saat dipadati sekitar 150 jamaah ibu-ibu. Teras bangunan yang berdiri di tepi tebing tak kuat menahan beban, lalu runtuh.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut total korban lebih dari 80 orang, terdiri dari 3 meninggal dunia dan puluhan luka-luka.

0 Komentar