Modus Baru Penipuan Berkedok Customer Service Aplikasi, Warga Ciamis Rugi Rp10 Juta Gara-Gara Beli Kulkas!

Modus Baru Penipuan Berkedok Customer Service Aplikasi, Warga Ciamis Rugi Rp10 Juta Gara-Gara Beli Kulkas!
Ilustrasi pria mendapat panggilan penipuan. (Dok. Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tren belanja online yang kian marak ternyata dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kejahatan dengan modus yang terus berevolusi. Seperti yang baru saja menimpa Agung Rubiana (44), seorang karyawan swasta warga Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Ia menjadi korban penipuan canggih yang mengatasnamakan customer service platform e-commerce, sehingga menderita kerugian finansial mencapai lebih dari Rp10 juta.

Kejadian bermula pada Jumat (5/9) lalu, ketika Agung melakukan transaksi pembelian sebuah kulkas melalui aplikasi Lazada senilai Rp601 ribu. Transaksi berjalan lancar dan ia pun menunggu kedatangan barang pesanannya. Namun, insiden tak terduga terjadi pada Sabtu (6/9/2025) malam sekitar pukul 19.15 WIB. Saat itu, Agung mendapatkan panggilan dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai Lazada bernama Septiadi Gunawan melalui aplikasi WhatsApp dari nomor 085705766269.

Penelepon yang mengatasnamakan diri sebagai pihak Lazada tersebut memberitahu Agung bahwa pengiriman kulkas yang dipesannya mengalami kendala karena armada pengirim penuh. Atas dasar itu, pelaku kemudian meminta korban untuk membatalkan pesanannya.

Baca Juga:Burden Sharing : Pembiayaan Program Asta Cita Berpotensi InflasiPKP Klaim KUR Perumahan Memihak UKM, Benarkah?

Tidak berhenti di situ, pelaku yang terkesan sangat meyakinkan dan profesional itu lantas mengirimkan sebuah barcode QRIS serta nomor BRIVA. Ia mengklaim bahwa kedua hal tersebut adalah sarana untuk proses pengembalian dana (refund) dari pembatalan pesanan tersebut.

Tanpa curiga, Agung yang menginginkan uangnya kembali segera mengikuti instruksi yang diberikan. “Awalnya saya diarahkan untuk scan barcode supaya uang kembali. Tapi setelah itu saldo justru terpotong berkali-kali,” ujar Agung, Senin (8/9/2025).

Ternyata, barcode dan nomor virtual account yang diberikan bukanlah alat untuk menerima pengembalian dana, melainkan alat untuk menguras isi rekeningnya.

Dalam tempo yang sangat singkat, kurang dari satu jam, tiga kali transaksi keluar berhasil dilakukan oleh para pelaku secara tidak sah. Transaksi pertama terjadi pukul 14.43 WIB dengan nilai Rp1.989.738. Disusul transaksi kedua pada pukul 14.53 WIB senilai Rp6.162.000.

Transaksi terakhir yang menguras habis sisa saldonya terjadi pukul 14.58 WIB sebesar Rp2.104.720. Total uang yang raib dari rekening Agung mencapai Rp10.857.458. Parahnya, hingga saat ini, kulkas yang menjadi penyebab awal seluruh kejadian ini juga tidak kunjung tiba di tangan Agung.

0 Komentar