Tanggapi Kasus Ibu dan Dua Anak Tewas di Banjaran, Bupati Bandung Minta Desa dan RT/RW Lebih Peka

Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat ditemui usai pengukuhan DPC GP Ansor Kabupaten Bandung di Miko Mall, Kab
Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat ditemui usai pengukuhan DPC GP Ansor Kabupaten Bandung di Miko Mall, Kabupaten Bandung, Sabtu (6/9/2025). Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menanggapi kasus tewasnya seorang ibu dan dua anaknya di Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, pada Jumat (5/9).

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini dari pemerintah desa hingga tingkat RT dan RW untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan, sehat itu ada empat, sehat fisik, sehat mental, sehat sosial, dan sehat pesak (ekonomi). Kalau salah satunya terganggu, bisa berdampak besar. Karena itu saya tekankan, lingkungan terutama RT dan RW harus peka,” ujar Dadang saat ditemui usai pengukuhan DPC GP Ansor Kabupaten Bandung di Miko Mall, Kabupaten Bandung, Sabtu (6/9/2025).

Baca Juga:PGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 PersenBAZNAS Jabar Luncurkan Program Pendayagunaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menindaklanjuti laporan warganya.

“Minimal ketua RT tahu kondisi warganya. Maka kepala desa juga harus peka. Kalau ada laporan dari RT atau RW, segera antisipasi dan tanggulangi. Kalau anggaran di APBD kurang, silakan koordinasi ke camat, lalu camat bisa sampaikan ke saya atau melalui Sekda,” jelasnya.

Bupati yang akrab disapa Kang DS menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah evaluasi. Ia berencana memanggil seluruh kepala desa untuk melakukan pembahasan khusus.

“Otomatis saya akan undang nanti hari Selasa, seluruh kepala desa. Kita akan bahas kondisi seperti ini sekaligus mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kang DS menyebut Pemkab Bandung sudah menyiapkan big data sebagai salah satu acuan dalam pengambilan kebijakan.

“Big data kita menjadi acuan untuk memberikan kebijakan, termasuk dalam upaya mencegah kasus serupa terulang di masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan tiga jenazah dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat (5/9/2025) dini hari.

Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri 

Ketiga korban adalah EN (34) dan dua anaknya, AA (9) serta AAP (11 bulan). Mereka ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB oleh suami korban, YS, yang baru pulang kerja.

Polisi juga menemukan sebuah surat wasiat yang ditulis korban berinisial EN (34), sebelum ia ditemukan tewas bersama dua anaknya. Dalam surat itu terdapat sejumlah ungkapan dari mulai permasalahan hingga permintaan maaf.

0 Komentar