JABAR EKSPRES – Tujuh pelaku pengerusakan gedung DPRD Kota Banjar pada Sabtu (30/8) akhirnya dipulangkan usai diringkus polisi. Mereka dibebaskan lantaran masih di bawah umur dan hanya satu orang yang masih ditahan oleh pihak kepolisian.
“Tujuh pelaku merupakan anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMP. Ada satu orang pelaku yang masih kami tahan dan dalam proses pendalaman, pelaku merupakan orang Ciamia,” kata Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu Heru Samsul Bahri, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (1/9/2025).
Sebelumnya Polres Banjar mengamankan 32 remaja yang diduga menyusup dan melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas gedung DPRD Banjar usai aksi demonstrasi mahasiswa di depan Mapolres Banjar. Yang mencengangkan, dari total yang diamankan, tujuh di antaranya ternyata masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca Juga:Ketua Komisi XI Usulkan Penurunan PPN, Demi Tingkatkan Konsumsi Masyarakat?Uya Kuya hingga Eko Patrio Mundur dari DPR RI?
Kerusuhan tersebut berawal dari aksi solidaritas yang digelar sejumlah mahasiswa untuk memperingati meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di Pajompongan, Jakarta, pada Kamis (28/8) malam. Aksi yang awalnya direncanakan berjalan damai itu mulai tidak terkendali dengan kemunculan kelompok remaja penyusup.
Kelompok remaja ini awalnya bergabung dalam konvoi mahasiswa dari Tugu Pahlawan menuju Mapolres Banjar. Mereka langsung mencolok dengan mengendarai sepeda motor yang dilengkapi knalpot ‘brong’ serta melakukan berbagai manuver ugal-ugalan di tengah jalan, mengganggu ketertiban lalu lintas.
Saat orasi mahasiswa berlangsung tertib di depan Mapolres, kelompok ini justru memulai aksi pengacauan. Mereka berputar-putar dengan motor di sekitar kantor Wali Kota Banjar dan meneriaki massa aksi, sehingga memicu ketegangan. Cuaca yang tiba-tiba memburuk dengan hujan deras ikut mempercepat pembubaran massa dan menciptakan situasi yang semakin tidak terkendali.
Dalam perjalanan konvoi, kelompok remaja ini menunjukkan sikap provokatif. Mereka berada di barisan belakang dengan menggeber knalpot bising dan beberapa terlihat membawa botol minuman keras. Aksi mereka menimbulkan keresahan di jalan dan mengganggu ketenangan pengendara lain.
Kelompok tersebut kemudian mendatangi gedung DPRD Kota Banjar, mereka melempari kaca bangunan bagian depan dan samping hingga rusak. Dalam aksi anarkis itu, mereka juga menggeber-geber sepeda motor di halaman kantor DPRD Banjar.
