Asap gas air mata terbawa angin hingga ke kawasan Masjid Agung, sebagian Alun-Alun Ciamis, serta deretan pedagang kaki lima yang beroperasi di sekitar DPRD, membuat beberapa pedagang terpaksa menutup dagangannya lebih awal.
Meski sempat terjadi kericuhan, situasi Kota Ciamis kini berangsur pulih dan kondusif berkat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.
Kapolres juga menyoroti dengan prihatin adanya keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi tersebut.
Baca Juga:Laga Tunda, Persib Gelar Gim Internal Jaga Ritme Jelang Hadapi PersebayaNasDem Tarik Ahmad Sahroni dari Komisi III, Imbas Pernyataan yang Picu Amarah Publik
“Kami mengaku prihatin karena ditemukan anak usia 15–16 tahun yang ikut-ikutan, hingga menjadi korban maupun pelaku perusakan,” jelasnya.
Sebagai langkah preventif, Polres Ciamis akan memanggil orang tua serta pihak sekolah dari anak-anak yang terlibat untuk membuat pernyataan tertulis dan komitmen pengawasan yang lebih ketat.
“Kami mengimbau orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya supaya tidak terjerumus dalam kegiatan yang melanggar hukum,” pungkas Kapolres. (CEP)
