Pemkot Bandung Siapkan Kampung Bencana Antisipasi Mitigasi Sesar Lembang

Warga berjalan di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (26/8
Warga berjalan di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (26/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Sesar Lembang, dihimpun berdasarkan data kegempaan tahun 2010-2025 telah terjadi sedikitnya 18 gempa akibat aktivitas Sesar Lembang. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menyiapkan kampung bencana di setiap kecamatan. Hal inipun sebagai langkah mitigasi potensi gempa akibat Sesar Lembang.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan pembentukan kampung bencana rencananya dilakukan secara bertahap dan ditargetkan mencapai 30 lokasi.

“Untuk BPBD Kota Bandung, kami tugaskan melatih RW dan lurah sebagai penanggung jawab kalau ada bencana. Maka kami akan latih. Pasti (30 kampung bencana),” kata Erwin di GOR Pajajaran, Selasa (26/8).

Baca Juga:Mager Keluar Rumah? Ini 10 Aktivitas Self-Healing yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah SajaGlowing ala Jang Wonyoung? Ternyata Nggak Perlu Skincare Mahal, Ini Rahasianya!

Dirinya pun menjelaskan, sejak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung resmi berdiri pada Juli lalu, pemkot gencar melakukan edukasi kebencanaan.

Bahkan menurutnya, sosialisasi bahaya Sesar Lembang dilakukan hampir di seluruh sekolah, mulai SD hingga SMA, serta menyasar masyarakat di tingkat kelurahan.

“Kami mencoba edukasi terus. Potensi Sesar Lembang masih bisa terjadi. Kami sekarang mengedukasi masyarakat bagaimana kalau sampai ada bencana. SD, SMP sampai SMA sudah dilakukan edukasi,” ujar Erwin.

Selain edukasi dan kampung bencana, pemkot juga menyiapkan alarm peringatan di Balai Kota dan sejumlah titik evakuasi. Lokasi evakuasi mengacu pada Perda Nomor 5 Tahun 2022, antara lain Taman Tegalega, Stadion GBLA, Gasibu, Alun-alun Kota Bandung, Sabuga, dan Lapangan Arcamanik.

Erwin menambahkan, pemetaan wilayah rawan gempa dilakukan bersama Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Langkah ini bertujuan meminimalkan pembangunan di kawasan berisiko tinggi.

Ancaman Sesar Lembang telah masuk dalam program prioritas RPJMD Kota Bandung. “Kami membuat langkah preventif. Kami sudah punya BPBD Kota Bandung, siap memantau 24 jam,” kata Erwin.

“Kami mencoba edukasi terus. Potensi Sesar Lembang masih bisa terjadi. Kami sekarang mengedukasi masyarakat bagaimana kalau sampai ada bencana. SD, SMP sampai SMA sudah dilakukan edukasi,” pungkasnya.

0 Komentar