Industri Laundry Jadi Andalan Baru UMKM, Pemerintah Tunjukkan Dukungan Penuh

Industri Laundry Jadi Andalan Baru UMKM, Pemerintah Tunjukkan Dukungan Penuh
Ilustrasi pengusaha laundry. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Industri laundry kini bukan lagi sekadar bisnis rumahan atau usaha sampingan. Usaha ini mampu meningkatkan daya saing, sehingga mampu menjadi salah satu bidang jasa layanan yang strategis dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Dalam pembukaan Festival Laundry & Exhibition 2025 di Jakarta, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menyatakan bahwa industri laundry berpotensi besar menjadi motor penggerak baru di sektor jasa modern.

Ia juga mendorong Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) untuk lebih gencar memberdayakan pelaku usaha dari kelompok menengah ke bawah.

Baca Juga:Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi, Jaring Investasi Baru dari China Stok Gula Nasional Melimpah Akibat Gempuran Impor, Pemerintah Siapkan Rp1,5 Triliun Lindungi Petani Tebu?

“Saat ini ASLI memiliki 21 DPD (dewan pimpinan daerah) aktif yang tersebar di seluruh provinsi, dengan lebih dari 1.800 anggota resmi yang tergabung,” ujar Temmy dikutip dari ANTARA, Selasa (26/8).

Ia mengatakan saat ini industry laundry yang tergabung dalam jaringan ASLI telah menyerap sekitar 34 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal.

“Ini membuktikan bahwa usaha atau industry laundry bukan usaha sampingan semata, melainkan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional,” katanya.

Selain itu, ia juga menyebut sektor ini ditunjukkan dengan peningkatan keanggotaan rata-rata 20 persen setiap tahun. Angka ini, menurutnya telah mencerminkan daya tarik, kepercayaan serta prospek usaha laundry sebagai sektor jasa modern.

“Dengan perkembangan ini industri laundry tidak hanya membuka peluang dan kesempatan, tetapi juga membangun ekosistem jasa yang berdaya saing,” ujarnya.

Namun, menurut Temmy saat ini pengusaha laundry Indonesia menghadapi beragam tantangan seperti standardisasi layanan dan kompetensi, pengelolaan limbah, akses pembiayaan dan KUR yang inklusif, dan digitalisasi layanan untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

“Melalui program seperti SBL (Sekolah Bisnis Laundry) saya melihat semangat besar untuk mengangkat usaha ini agar lebih professional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.

Baca Juga:Apa Kabar Pembangunan IKN? Komisi XI DPR: Tetap Berjalan tapi Bukan Prioritas Bangun 270 Dapur MBG, Kadin Gelontorkan Dana Sebesar Rp540 Miliar 

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemenkop UKM siap bersinergi dengan ASLI melalui sejumlah program strategis. Di antaranya, akses pembiayaan KUR tanpa agunan, mendorong pengelolaan limbah laundry agar lebih ramah lingkungan melalui Unit Pengolahan Limbah bersama, dan mengintegrasikan digitalisasi laundry ke dalam ekosistem digital UMKM nasional.

0 Komentar