JABAR EKSPRES – Pernah merasakan doa-doa yang selalu kita panjatkan tidak kunjung di kabulkan Allah? Ternyata ada banyak sebabnya.
Mengingat berdoa merupakan satu amaliyah yang bisa menjadi cara mendekatkan diri kepada Allah swt, maka kita harus selalu mengutamakannya.
Tetapi banyak orang yang berdoa memohon kepada Allah namun tak kunjung dikabulkan, karena ternyata bisa jadi ada yang salah dalam doanya, atau ada sesuatu yang menghalangi doa-doa kita.
Baca Juga:Cara Masuk Cacing Gelang ke Tubuh Manusia Hingga TerinfeksiPengakuan Korban Aplikasi Risetcar, Ada yang Rugi Hingga Rp5 Miliar
Semua hal tersebut akan dibahas dalam khutbah Jumta kali ini dengan mengambil tema “Mengapa Doa Kita Tidak Terkabul? Ini Penyebabnya”.
Naskah khutbah ditulis oleh Ust. Burhan Ali Setiawan, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PCNU Kota Semarang. Berikut selengkapnya :
KHUTBAH JUMAT I
الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Alhamdulillah pada kesempatan Jumat yang mulia ini, kita masih senantiasa diberikan rahmat hidayah serta inayah oleh Allah swt sehingga kita diberikan kemudahan untuk mengungkapkan rasa syukur dengan melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat di masjid ini dalam keadaan sehat walafiat.
Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah swt, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan sebenar-benar keimanan dan sebaik-baik ketakwaan, minimal dengan jalan imtitsalu awamirillah wajtinabu nawahihi yaitu menjalankan apa pun yang diperintahkan oleh Allah swt dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi apa pun yang dilarang-Nya, sebab dengan jalan takwa inilah Allah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya sebagaimana terfirman dalam Al-Qur’an.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu” (QS Al-Hujurat: 13).
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Berdoa merupakan salah satu amaliyah yang setiap hari dilakukan, minimal selepas melaksanakan shalat fardhu. Doa menjadi salah satu cara pendekatan diri makhluk kepada Allah swt. Doa menjadikan hati orang yang berdoa lebih tenang.
Selain itu, doa adalah bagian dari inti ibadah (mukhul ‘ibadah), karena hati seorang yang berdoa kepada Allah swt seyogianya dipenuhi kesadaran bahwa tidak ada lagi tempat berharap kecuali Dia. Ini adalah esensi tauhid dan inti dari keikhlasan.
