Naskah Khutbah Jumat tentang Penyebab Doa-Doa Tak Kunjung Terkabul

ILUSTRASI naskah khutbah Jumat tentang Doa yang tak kunjung terkabul.
ILUSTRASI naskah khutbah Jumat tentang Doa yang tak kunjung terkabul.
0 Komentar

Setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah swt pasti akan dijawab atau dikabulkan-Nya, tetapi masalah waktunya Allah yang menentukan.

Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 186:

أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Artinya, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”

Namun realitasnya, mengapa banyak orang yang berdoa memohon kepada Allah tetapi tak kunjung dikabulkan, sehingga tidak sedikit di antara kita yang bertanya-tanya, apakah Allah tidak memenuhi janji-Nya? Sebab salah dalam berdoa, atau ada sesuatu yang menghalangi doa-doa kita?

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Baca Juga:Cara Masuk Cacing Gelang ke Tubuh Manusia Hingga TerinfeksiPengakuan Korban Aplikasi Risetcar, Ada yang Rugi Hingga Rp5 Miliar

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kiranya kita bisa bermuhasabah melalui kisah yang disampaikan langsung oleh Rasulullah saw:

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Artinya,“Kemudian beliau (Rasulullah) menyebutkan ada seseorang yang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berseru ‘Ya Rabbi ya Rabbi (Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’), padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan” (HR Muslim).

Jika kita mau merenungkan kisah di atas betapa lelaki yang diceritakan Rasulullah sebenarnya sudah sangat memenuhi empat kriteria dikabulkannya doa, yaitu orang yang dalam perjalanan jauh, baju yang kusut dan kondisi yang lelah, menengadahkan kedua tangan ke langit, dan kesungguhan berharap kepada Allah dengan mengucapkan Ya Rabb berulang kali.

Namun ternyata hal itu belum cukup untuk menjadikan doanya dikabulkan. Maka, hadits ini memberikan isyarat yang sangat jelas bahwa ada hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya doa yaitu mengonsumsi sesuatu yang haram berupa makanan, minumam, atau bahkan pakaian.

Hal ini senada dengan yang diperintahkan Allah kepada orang-orang yang beriman agar mengonsumsi yang halal.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya” (QS. Al-Baqarah: 172).

Berkaitan dengan hal tersebut, ada juga salah satu riwayat bahwa Sa’ad bin Abi Waqash pernah meminta kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mohonkan kepada Allah agar doaku musatajab (dikabulkan).” Rasulullah berkata:

0 Komentar