Peringati HUT ke-80 RI, PCNU Bogor Hidupkan Teladan Ulama Pejuang H Usa Lewat Istighosah di Ciseeng

Peringati HUT ke-80 RI, PCNU Bogor Hidupkan Teladan Ulama Pejuang H Usa Lewat Istighosah di Ciseeng
Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad. Foto : Sandika /jabarekspres.com
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor menggelar istighosah dan silaturahmi putaran ke-10 di Majelis Taklim Darul Mustofa, Desa Cibenteng Muara, Kecamatan Ciseeng, Senin (18/8) malam.

Kegiatan itu bukan sekadar doa bersama, tetapi juga wujud penghormatan pada sosok almarhum H Usa, ulama sekaligus pejuang kemerdekaan asal Ciseeng.

Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, menegaskan pertemuan warga Nahdliyin tersebut menjadi momentum untuk meneladani jasa para tokoh lokal.

Baca Juga:Lewat Kitab Ihya, PCNU Bogor Ajak Umat Bangkit dengan Etos Kerja dan KemandirianMenyalakan Spirit Ulama, PCNU Bogor Ajak Nahdliyin Teladani KH Abdurrahim Sanusi

“Semangat ukhuah ini harus dijalankan secara istiqomah di semua tingkatan NU, karena teladan dari ulama pejuang seperti H Usa wajib terus kita hidupkan,” ujarnya, Selasa (19/8).

Dalam acara tesebut, doa dan hadiah fatihah dipanjatkan untuk H Usa yang dikenal bukan hanya sebagai guru ngaji, tetapi juga sosok yang dermawan.

Semasa hidupnya, ia mewakafkan sebagian besar harta untuk kepentingan masyarakat, termasuk pembangunan masjid dan pemakaman umum.

H Usa juga tercatat mendukung perjuangan melawan penjajah Belanda dengan mendanai logistik pejuang.

Namun, kiprahnya membuat ia ditangkap, disiksa, dan wafat sekitar tahun 1940-an. Jenazahnya dimakamkan di Kampung Babakan Sabrang, sementara namanya kini diabadikan sebagai jalan utama di Kecamatan Ciseeng.

“Dalam konteks HUT ke-80 Kemerdekaan RI, warga Nahdliyin diingatkan untuk menghormati jasa pendahulu dan memperkuat kebersamaan sebagai penopang pengabdian NU,” tambahnya.

Kegiatan di Ciseeng dihadiri jajaran pengurus NU, tokoh agama, camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jamaah majelis taklim. Kehadiran beragam unsur masyarakat ini menunjukkan penghormatan kolektif terhadap warisan perjuangan ulama lokal.

0 Komentar