Program ini dinilai visioner karena menempatkan pendidikan sebagai strategi utama pemberantasan kemiskinan. Pemerintah daerah pun berharap cakupan program ini dapat diperluas sehingga semakin banyak anak dari keluarga tidak mampu yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan berkualitas.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi instrumen penting agar kemiskinan tidak diwariskan dari orang tua kepada anak.
“Orang tuanya miskin itu fakta, tapi anaknya tidak boleh ikut miskin. Orang tua jadi pedagang atau petani tidak masalah, tetapi anaknya harus bisa lebih sukses dan memiliki kondisi yang jauh lebih baik,” tutur Herman.
Baca Juga:DPRD Kota Cimahi Sebut Pembenahan RSUD Cibabat sebagai PR Pemkot di HUT ke-80 IndonesiaRefleksi HUT ke-80 RI, Wali Kota Cimahi Tekankan Pengentasan Kemiskinan, Pengangguran, dan Stunting
Herman menambahkan, fenomena yang terjadi saat ini adalah sebagian besar masyarakat miskin masih mewariskan kemiskinan kepada anak-anaknya. Hal itu, menurutnya, dipengaruhi faktor mindset maupun lingkungan sosial.
“Banyak anak dari keluarga miskin yang akhirnya tetap miskin, bukan karena tidak punya potensi, tetapi karena lingkungan dan pola pikir yang mengikat. Melalui Sekolah Rakyat, kita ingin memutus mata rantai tersebut,” pungkasnya. (Mong/Jabar Ekspres)
