JABAR EKSPRES – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kota Cimahi dijadikan momentum refleksi sekaligus penguatan arah pembangunan.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa semangat nilai-nilai kemerdekaan harus diimplementasikan dalam bentuk percepatan kesejahteraan masyarakat.
“Dulu para pejuang berjuang dengan senjata, sekarang tugas kita bagaimana mengisi kemerdekaan, yaitu mensejahterakan masyarakat dengan seadil-adilnya,” ujar Ngatiyana usai memimpin Upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Rajawali, Kota Cimahi, Minggu (17/8/2025).
Baca Juga:Bukan Sebatas Wadah Solidaritas, 234 SC Buktikan Aksi Sosial Nyata Peduli Kemanusiaan Dari Musik Tanaman hingga Fine Dining, Jentik Festival Angkat Gastronomi Nusantara
Ngatiyana menekankan bahwa isu-isu strategis pembangunan, seperti pengangguran, kemiskinan, dan stunting, menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut merupakan tantangan besar yang harus segera dituntaskan agar masyarakat dapat merasakan hakikat kemerdekaan secara nyata.
“Dan tidak ada lagi kemiskinan, tidak ada stunting, tidak ada pengangguran di Kota Cimahi. Ini yang kita tekankan untuk mengisi kemerdekaan di Kota Cimahi,” tegasnya.
Selain itu, Ngatiyana mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai sarana memperkuat persatuan dan kesatuan. Ia menilai, pembangunan tidak akan berhasil tanpa dukungan kolektif seluruh elemen masyarakat.
Nilai-nilai empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika, menurut Ngatiyana, harus terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mudah-mudahan masyarakat Cimahi tertanam dalam hatinya cinta terhadap tanah air, serta menjunjung persatuan dan kesatuan tanpa membedakan suku, ras, dan agama,” tutupnya.
