Generasi Baru Cimahi, Anak-anak Sekolah Rakyat Diharapkan Tak Lagi Warisi Kemiskinan

Generasi Baru Cimahi, Anak-anak Sekolah Rakyat Diharapkan Tak Lagi Warisi Kemiskinan
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Cimahi, Ahmad Saefullah. (Foto/Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan program Sekolah Rakyat (SR) di Kota Cimahi sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Program ini menargetkan anak dari keluarga dengan kemampuan finansial rendah, khususnya kelompok desil 1, 2, dan 3, yang selama ini sulit mengakses pendidikan layak.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Cimahi, Ahmad Saefullah, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan pendidikan setara sekolah unggulan, namun sepenuhnya ditanggung oleh negara.

Baca Juga:DPRD Kota Cimahi Sebut Pembenahan RSUD Cibabat sebagai PR Pemkot di HUT ke-80 IndonesiaRefleksi HUT ke-80 RI, Wali Kota Cimahi Tekankan Pengentasan Kemiskinan, Pengangguran, dan Stunting

“Sekolah Rakyat menawarkan pendidikan terintegrasi dan komprehensif dengan fasilitas asrama. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung, mulai dari seragam, buku, laptop, hingga konsumsi harian. Semua pembiayaan sepenuhnya berasal dari negara,” ujar Ahmad saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (19/8/2025).

Fasilitas yang disediakan meliputi laboratorium, perlengkapan belajar, serta sarana penunjang lain yang menyerupai sekolah berbasis asrama ternama seperti Sekolah Taruna Nusantara.

Program ini, lanjut Ahmad, diharapkan mampu menghapus kesenjangan kesempatan pendidikan yang selama ini hanya bisa diakses mereka yang mampu secara ekonomi.

Terkait proses seleksi, Ahmad menjelaskan dilakukan secara ketat melalui tim gabungan Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta pekerja sosial.

Mekanisme seleksinya pun mencakup verifikasi langsung ke rumah calon siswa untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga benar-benar sesuai kriteria.

“Selain faktor ekonomi, motivasi siswa juga menjadi penilaian utama. Program ini bukan sekadar memberi fasilitas, tetapi juga menumbuhkan keinginan kuat untuk mengubah nasib melalui pendidikan,” tambahnya.

Meski kuota terbatas hanya 100 siswa untuk tahap rintisan, animo masyarakat sangat tinggi. Bahkan, menurut Ahmad, sebagian siswa sempat ragu menerima tawaran karena kurang memahami konsep program tersebut.

Baca Juga:Cegah Ambles, Pemkot Cimahi Pindahkan Lokasi Portal Pembatas di Jembatan Raden Demang HardjakusumahMTs Negeri Kota Cimahi Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter Siswa Lewat Program Parenting di Era Digital

Terkait anggaran Sekolah Rakyat, Ahmad menjelaskan sepenuhnya bersumber dari Kemensos, mencakup operasional, perlengkapan belajar, kebutuhan harian, hingga uang saku siswa.

Namun, menurut Ahmad, tujuan utama bukan sekadar memberi bantuan materi, melainkan membentuk kemandirian dan daya juang generasi muda.

“Ini solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan. Akar persoalan kemiskinan ada pada keterbatasan akses pendidikan. Walau hasilnya tidak instan, kami berharap pada 2045 lulusan Sekolah Rakyat sudah mampu mengangkat derajat keluarganya, yang saat ini mayoritas hanya lulusan SD atau SMP,” jelasnya.

0 Komentar