JABAR EKSPRES – Bagi para kolektor numismatik atau pecinta uang koin kuno, keberadaan koin lama sering kali menyimpan nilai historis sekaligus ekonomis.
Salah satu koin yang saat ini banyak dicari adalah uang koin Rp100 bergambar Rumah Gadang. Koin ini pertama kali diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) tahun 1978, menggunakan bahan aluminium-bronze, dengan diameter sekitar 28,5 mm, dan di bagian belakangnya terdapat gambar ikon budaya Minangkabau, yaitu Rumah Gadang.
Meskipun nominal aslinya hanya Rp100, kini koin ini telah berubah fungsi menjadi barang koleksi dengan nilai jual yang cukup tinggi.
Baca Juga:Ini 5 Aplikasi Penghasil Uang di Bulan Agustus 2025, Anti Scam dan Terpercaya5 Koin Kuno Belanda Termahal yang Dicari Kolektor
Bahkan di bulan Agustus 2025, harga koin kuno Rp100 Rumah Gadang semakin meningkat karena permintaan kolektor yang terus bertambah.
Harga Uang Koin Kuno Rp100 Rumah Gadang Bulan Agustus 2025
Sejarah Singkat Koin Rp100 Rumah Gadang
Koin Rp100 bergambar Rumah Gadang termasuk dalam seri uang logam yang dirilis pada akhir era 1970-an.
Saat itu, Bank Indonesia banyak menampilkan ikon budaya daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman Indonesia.
- Depan koin: Gambar lambang Garuda Pancasila serta tulisan “BANK INDONESIA” dan tahun emisi.
- Belakang koin: Gambar Rumah Gadang khas Sumatera Barat dengan nominal Rp100. Karena dibuat dari campuran aluminium dan perunggu, koin ini cukup awet dan tidak mudah berkarat. Namun, ketersediaannya di masyarakat kini sudah sangat terbatas.
Faktor yang Menentukan Harga Koin Rp100 Rumah Gadang
Harga koin kuno tidak hanya ditentukan dari kelangkaannya, tetapi juga beberapa faktor lain, di antaranya:
Kondisi fisik koin (grade):
- Uncirculated (UNC): Koin masih mulus, tidak pernah dipakai.
- Extra Fine (EF): Ada sedikit goresan, namun masih jelas bentuknya.
- Very Fine (VF): Ada tanda pemakaian cukup banyak, tapi desain masih terlihat.
- Good (G): Koin aus, namun masih bisa dikenali.
- Tahun cetakan dan edisi: Semakin tua dan langka, semakin tinggi nilai jualnya.
- Permintaan pasar: Banyak kolektor yang mencari koin ini untuk melengkapi koleksi, sehingga harganya naik.
- Kelangkaan di pasaran: Jika jumlah penjual sedikit sementara peminat banyak, harga otomatis melambung.
