Jangan Salah Pilih Pasangan Lagi! Pahami Dulu Gaya Keterikatanmu

Jangan Salah Pilih Pasangan Lagi!
Jangan Salah Pilih Pasangan Lagi!
0 Komentar

Akhirnya, mereka menjadi terlalu bergantung dan cenderung menuntut perhatian terus-menerus. Inilah sisi “toxic” dari gaya keterikatan ini.

Menariknya, orang dengan gaya anxious sering kali tertarik pada orang dengan gaya avoidant, karena sifatnya yang sulit didekati. Kombinasi ini sering disebut sebagai “wombo combo”, karena satu pihak terus mengejar, sementara yang lain terus menjauh.

3. Avoidant Attachment

Ini adalah kebalikan dari anxious. Orang dengan gaya avoidant cenderung menjaga jarak dan membangun tembok untuk melindungi diri. Mereka sulit terbuka secara emosional, sering kali cuek, tidak responsif, dan tidak terbiasa menunjukkan kedekatan emosional.

Baca Juga:Berhenti Berhemat, Ini 7 Cara Realistis Dapat Rp1 Miliar Pertama Tanpa Warisan4 Cara Mendapatkan Rp100 Juta Pertama Tanpa Modal yang Bisa Anda Coba Sekarang

Biasanya, hal ini berasal dari pengalaman masa kecil di mana mereka tidak merasa aman untuk mengekspresikan emosi atau tidak terbiasa mendapat dukungan emosional. Mereka lebih nyaman sendirian, atau jika pun memiliki pasangan, hubungan itu cenderung datar dan berjarak.

Orang dengan gaya avoidant sering kali “kabur” saat ada orang yang terlalu perhatian atau terlalu dekat, karena mereka tidak familiar dengan bentuk kasih sayang tersebut.

4. Fearful-Avoidant / Disorganized Attachment

Ini adalah kombinasi yang paling kompleks. Di satu sisi, mereka sangat ingin dekat dan memiliki kontrol. Tapi di sisi lain, mereka juga takut ditolak, takut disakiti, dan takut kehilangan kendali.

Ketika sedang berada dalam hubungan, emosi mereka bisa sangat tidak stabil, seperti roller coaster. Kadang sangat manis, kadang sangat dingin. Kadang mendekat, lalu tiba-tiba menjauh.

Orang dengan gaya ini sering membuat pasangannya bingung, dan pada dasarnya mereka pun bingung dengan diri mereka sendiri.

Jika kamu merasa seperti ini, bingung dengan perilaku dan perasaanmu dalam hubungan, maka bisa jadi kamu memiliki gaya keterikatan ini.

Sesuai namanya, disorganized, artinya memang tidak teratur dan tidak konsisten.

Cara Mendeteksi Hubungan Tak Sehat

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mulai keluar dari pola hubungan yang tidak sehat.

Baca Juga:Satgas PASTI Nyatakan 68EA Ilegal, Ini Bukti dan Bahaya di BaliknyaPemain Judi Online yang Rugikan Bandar di DIY Ditangkap, Polisi Lindungi Bandar?

1. Menyadari Pemicu Pola

Langkah pertama adalah menyadari pemicu dari pola keterikatan yang kamu alami. Pola ini sebenarnya tidak selalu muncul dalam semua hubungan. Misalnya, dalam pertemanan tertentu kamu bisa merasa secure, tapi dalam pertemanan atau hubungan lain kamu bisa menjadi avoidant.

0 Komentar