Pola-pola ini biasanya berakar dari gaya hubungan emosional yang terbentuk sejak masa kecil. Dalam psikologi, hal ini dikenal dengan istilah attachment style atau gaya keterikatan.
Mungkin kamu sudah familiar dengan istilah ini, atau mungkin belum. Tapi di chapter berikutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai jenis-jenis attachment style, kamu termasuk yang mana, dan bagaimana gaya ini memengaruhi caramu membangun hubungan.
Attachment style ini bisa dianggap sebagai “cetak biru” dari bagaimana kita menjalin kedekatan dengan orang lain. Cetak biru ini terbentuk dari interaksi awal kita dengan orang tua, pengasuh, atau siapa pun yang merawat kita sejak kecil, dan bisa terbawa hingga dewasa.
Baca Juga:Berhenti Berhemat, Ini 7 Cara Realistis Dapat Rp1 Miliar Pertama Tanpa Warisan4 Cara Mendapatkan Rp100 Juta Pertama Tanpa Modal yang Bisa Anda Coba Sekarang
Sebagai contoh, jika sejak kecil kamu merasa aman, dicintai, dan didengarkan, maka besar kemungkinan kamu tumbuh menjadi orang yang percaya bahwa hubungan bisa sehat. Kamu pun akan mencari pasangan yang membawa rasa aman seperti itu.
Namun, jika kamu tumbuh dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian, diabaikan oleh orang tua, hidup dalam keluarga yang tidak harmonis, atau sering dimarahi tanpa alasan, maka cara kamu membangun hubungan pun bisa mengandung pola yang tidak sehat atau bahkan cenderung toksik.
Jenis Attachment Style (Gaya Keterikatan)
Ada empat jenis attachment style atau gaya keterikatan.
1. Secure Attachment
Ini adalah gaya keterikatan yang paling sehat. Orang dengan pola secure attachment umumnya merasa nyaman menjadi diri sendiri dan mudah menjalin kedekatan dengan orang lain. Mereka tidak takut ditinggalkan, dan tidak ragu untuk mengekspresikan emosi. Mereka bisa berkata “tidak” tanpa merasa bersalah, bisa mencintai orang lain tanpa ketergantungan, dan tidak takut ditinggalkan, termasuk juga tidak takut meninggalkan hubungan jika memang dirasa sudah tidak cocok.
Singkatnya, ini adalah bentuk keterikatan yang paling stabil dan sehat.
2. Anxious Attachment
Pola ini ditandai dengan ketakutan akan ditinggalkan. Seseorang dengan gaya ini cenderung mudah cemas, overthinking, dan bisa bersikap posesif. Mereka sangat membutuhkan kepastian dan kelekatan yang terus-menerus, serta sering memiliki perasaan seperti, “Kalau aku tidak menjaganya, dia akan selingkuh atau meninggalkanku.”
