Tak Sekadar Layani Transaksi Perbankan, BRILink Agen di Semarang Aktif Edukasi Masyarakat Cegah Penipuan

BRILink Agen Agus Purwanto
BRILink Agen Agus Purwanto
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Setiap hari puluhan transaksi terus berlangsung di BRILink Agen Agus Purwanto, sebuah konter ponsel di Gintungan, Butuh, Tengaran, Semarang. Di sana, warga datang dengan beragam kebutuhan, mulai dari membeli pulsa dan kebutuhan sehari-hari hingga melakukan transaksi keuangan.

Di balik konter tersebut, sang pemilik Agus Purwanto melayani satu per satu kebutuhan pelanggannya. Usaha yang semula berfokus pada penjualan pulsa dan sejumlah produk sembako itu kini berkembang menjadi salah satu titik layanan transaksi yang dekat dengan keseharian masyarakat sekitar.

“Awalnya usaha konter pulsa, sedikit sembako, kemudian menjad­i BRILink Agen. Saya tertarik karena banyak pelanggan konter yang menyarankan untuk membuka layanan BRILink,” kata Agus.

Baca Juga:Rawat Klakson Sepeda Motor, Pastikan Berfungsi Optimal untuk Dukung Keselamatan BerkendaraBikers Honda Jelajahi Tantangan Off-Road di TRABAS Merdeka 23

Agus bercerita bahwa perjalanan sebagai BRILink Agen dimulai pada akhir 2019 setelah mempertimbangkan masukan dari para pelanggannya. Ia melihat layanan tersebut tidak hanya membuka peluang untuk mengembangkan usaha, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan warga terhadap akses transaksi keuangan yang lebih dekat.

“Setelah menjadi BRILink Agen, konter semakin ramai karena bisa melayani transaksi perbankan dan kebutuhan lainnya. BRILink juga banyak membantu masyarakat karena transaksi menjadi semakin mudah,” ujarnya.

Setiap hari, Agus melayani hingga 50 transaksi, dengan setor tunai dan tarik tunai menjadi layanan yang paling banyak digunakan. Untuk mengakomodasi kebutuhan warga, BRILink Agen Agus Purwanto beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00. Jam operasional tersebut memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk bertransaksi sebelum maupun setelah menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keberadaan BRILink Agen membuat masyarakat lebih mudah mengakses layanan perbankan tanpa harus menempuh jarak jauh. Seiring waktu, peran Agus pun berkembang, tidak hanya melayani transaksi tetapi juga mengedukasi warga ketika menghadapi ancaman transaksi penipuan.

Menurut Agus, modus penipuan yang dialami warga cukup beragam. Ada pelaku yang mengaku sebagai petugas bank, hingga mengabarkan anggota keluarga mengalami kecelakaan dan meminta korban segera mengirimkan uang dalam jumlah besar. Dalam situasi seperti itu, Agus berupaya mengingatkan pelanggan agar tidak terburu-buru melakukan transaksi sebelum memastikan kebenaran informasi yang diterima.

0 Komentar