SDM Indonesia Harus Siap Seiring Dibukanya Pasar Internasional, Menaker: Jangan hanya Jadi Konsumen!

SDM Indonesia Harus Siap Seiring Dibukanya Pasar Internasional, Menaker: Jangan hanya Jadi Konsumen!
Ilustrasi SDM Indonesia harus siap seiring dibukanya pasar internasional. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seiring dengan terbukanya akses Indonesia ke berbagai pasar internasional, pemerintah menekankan pentingnya transformasi menyeluruh pada sektor sumber daya manusia (SDM).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Indonesia harus menyiapkan SDM unggul agar tidak hanya menjadi konsumen dari pasar global, tetapi juga pemain utama dalam rantai produksi internasional.

Dengan berbagai kesepakatan yang telah dibuat pemerintah, seperti kesepakatan baru dengan Uni Eropa, China, hingga negara-negara ASEAN, disebut Yassuerli, aspek SDM menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya pasar, namun jadi produsen unggulan.

Baca Juga:Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok GlobalPerkuat UMKM Depok, Pemerintah dan UPNVJ Gelar Rekrutmen Pendamping Berkualitas

“Pembukaan pasar internasional harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki daya saing global. Maka dari itu, peningkatan produktivitas bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Yassierli dikutip dari ANTARA, Rabu (6/8).

Ia mengatakan, kesiapan SDM Indonesia yang unggul, untuk menjawab visi besar Indonesia Emas 2045 yang akan dilakukan oleh pihaknya dengan menempatkan penguatan balai latihan kerja sebagai pusat inovasi dan kreativitas generasi muda.

“Selain itu, peningkatan sinergai lintas sektor melalui program Enterprising Indonesia juga menjadi salah satu prioritas. Karena SDM yang kompeten serta peningkatan produktivitas sebagai kunci utama memasuki era persaingan global,” ujarnya.

Menaker juga menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan masa depan.

“Apindo adalah mitra strategis kami dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Menaker juga menggarisbawahi bahwa pelaku usaha memiliki peran sentral dalam mendorong produktivitas nasional.

Kementerian ketenagakerjaan saat ini tengah menyiapkan serangkaian program untuk mendukung hal tersebut, mulai dari pelatihan kompetensi, penyiapan ahli produktivitas, hingga sistem pengukuran kinerja sektor industri.

Baca Juga:Cegah Stunting, PKK Kabupaten Bandung Canangkan Gerakan Sedekah 1 ASN 1 Kg TelurJam Malam Anak Dilanggar, Disdik Cimahi Soroti Lalainya Pengawasan Orang Tua

Menaker juga mengungkapkan bahwa programnya tidak bisa berjalan sendiri. Pelaku usaha merupakan penggerak utama produktivitas di lapangan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan Indonesia telah mencapai kesepakatan (principal agreement) dengan Uni Eropa, yang memungkinkan ekspor barang Indonesia ke Eropa dengan tarif 0 persen, dan sebaliknya, dengan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para pelaku industri dalam negeri.

0 Komentar