JABAR EKSPRES – Dalam rangka mempercepat upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bandung mencanangkan program Gerakan Satu ASN Satu Kilogram Telur.
Gerakan ini mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung untuk bersedekah telur setiap bulan.
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, yang juga istri Bupati Bandung, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 2.012 ibu hamil dengan status KEK di Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, ia meminta dukungan konkret dari pemerintah daerah.
Baca Juga:Jam Malam Anak Dilanggar, Disdik Cimahi Soroti Lalainya Pengawasan Orang TuaJalan Panorama dan Maribaya Masih Dilanda Banjir, Warga Kritik Solusi Pemda yang Setengah Hati
“Gerakan ini menyasar ibu hamil. Menurut data Dinas Kesehatan, sebanyak 2.012 orang ibu mengalami KEK. Untuk itu kami mohon kepada Bapak Bupati agar bisa mengeluarkan kebijakan bagi ASN untuk menyumbangkan satu kilogram telur setiap bulan,” kata Emma saat melantik Ketua TP PKK dan Ketua Posyandu tingkat Kecamatan dan Kelurahan, Selasa (5/8/2025).
Emma juga berharap agar para ketua yang baru dilantik dapat menjalankan peran secara maksimal dengan nilai-nilai integritas dan semangat gotong royong.
Menurutnya, TP PKK dan Posyandu merupakan dua pilar penting dalam pembangunan keluarga.
“Dengan pengalaman dan dedikasi ibu sekalian, saya optimistis ini akan membawa kemajuan bagi gerakan TP PKK dan pembinaan Posyandu di Kabupaten Bandung,” ucap Emma.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh komitmen dan keikhlasan para kader dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Program prioritas PKK dan Posyandu harus dilaksanakan dengan prinsip kemitraan, keswadayaan, dan kegotongroyongan,” tandasnya.
Dengan adanya gerakan 1 ASN 1 Kg Telur, TP PKK Kabupaten Bandung berharap peran seluruh elemen masyarakat semakin nyata dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Baca Juga:Sempat Terganggu, Jalur Commuter Line Bogor-Jakarta Kembali Normal Usai Anjloknya KRL di Stasiun Jakarta Kota Menko Airlangga Beberkan Pertumbuhan Ekonomi dan Dampak Tarif Dagang Trump Terhadap Indonesia
Sementara itu, program tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Ia menyebut, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan stunting, khususnya ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK).
“Program Satu ASN Satu Kilogram Telur ini khususnya menyasar ibu hamil yang mengalami KEK, sebagai kelompok prioritas penerima manfaat,” ujar Bupati.
