JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyampaikan sikap tegas terkait gejolak pengibaran bendera One Piece jelang peringatan hari kemerdekaan.
Hal itu diungkapkan Sekda Jabar Herman Suryatman, Senin (4/8). Ia menguraikan merah putih itu beneran negara, punya sejarah yang sakral.
Keberadaannya tidak bisa digantikan dengan atribut lain. “Harus hargai Merah Putih, karena Merah putih itu ditebus dengan darah bahkan jiwa. Tidak bisa diperbandingkan dengan yang lain, ” katanya saat ditemui selepas Paripurna.
Baca Juga:Bilal dari Bandung, Sumbang Tiga Medali untuk Jabar di Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2025Warga Sumringah! Jalur Sementara di Batutulis Bogor Ditargetkan Rampung 14 Hari
Herman melanjutkan, pengibaran bendera itu juga ada ketentuan dan aturannya. Sehingga sudah semestinya warga negara taat.
“Saya kira jelas dan tegas. Harus respek Bendera Merah Putih, jangan biarkan atribut lain menurunkan respek kepada Merah Putih, ” tegasnya.
Herman melanjutkan, pihaknya juga bakal segera menginstruksikan kepada Satpol PP untuk bergerak.
“Kami secepatnya informasikan ke Satpol PP Jabar, agar gerak cepat. Pastikan Bendera Merah Putih berkibar tanpa bendera yang lain, ” tuturnya.
Fenomena pengibaran bendera One Piece itu mencuat beberapa hari terakhir, yang dinilai sebagai simbol perlawanan atas kondisi ketidakadilan.
One Piece adalah salah satu anime asal Jepang, menceritakan tentang perjalanan bajak laut yang mencari harta karun. (son)
Reporter: Hendrik Muchlison
