Ini Strategi Disnaker Cimahi Tekan Angka Pengangguran di Tengah Keterbatasan Lapangan Kerja!

Ini Strategi Disnaker Cimahi Tekan Angka Pengangguran di Tengah Keterbatasan Lapangan Kerja!
Kunjungan Pelatihan Kerja oleh Disnaker Kota Cimahi. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKPSRES – Di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan lapangan kerja lokal, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cimahi mengadopsi strategi baru dalam menekan angka pengangguran, memperkuat kompetensi tenaga kerja dan mendorong penyaluran kerja lintas wilayah, khususnya ke daerah yang lebih luas seperti Bandung dan Karawang.

Kepala Disnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi, menegaskan bahwa penyaluran tenaga kerja ke luar kota bukan sebuah kemunduran, melainkan adaptasi terhadap realitas pasar kerja yang terus berubah.

“Oke, misalnya ya. PT Sanke yang ada di Karawang itu kan. Itu juga merekrut dari SMK Negeri 1 Cimahi, dan tentunya ada beberapa yang memang banyak di luar Kota Cimahi, apalagi ke Kota Bandung,” kata Asep saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (31/7/2025).

Baca Juga:Angka Pengangguran di Cimahi Menurun, Berkat Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja?Inisiatif Mandiri Pengelolaan Sampah Pasar Atas Cimahi, Turunkan Volume Sampah hingga 60 Persen

Menurut Asep, pelatihan seperti barista atau hospitality memang diarahkan ke Bandung karena lebih banyak peluang kerja di sana.

“Ya tentunya di Cimahi misalnya, cafe-cafe sedikit. Di Kota Bandung kan banyak, ya bisa masuk ke Kota Bandung,” tuturnya.

Asep juga menegaskan bahwa penyaluran tenaga kerja lintas kota sejalan dengan amanat konstitusi.

“Karena tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar kan. Bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan penghidupan yang layak di seluruh negara Republik Indonesia ini,” ujarnya.

Untuk mempertahankan angka pengangguran di angka rendah bahkan menekannya, Disnaker mengandalkan dua strategi utama.

Seperti, kata Asep, menjaga iklim hubungan industrial yang kondusif, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi resmi.

“Ketika perekonomian secara global seperti ini, perusahaan yang ada di sekitar Cimahi harus tetap bisa berjalan, berproduksi. Artinya kami ini harus menjaga situasi yang kondusif, hubungan industrial yang harmonis dan dinamis antara pengusaha dengan pekerja,” ujar Asep.

Baca Juga:Rekonsiliasi Politik di Tubuh KNPI Cimahi, Tiga Bakal Calon Sepakat Usung Sultan MujahidTolak RKUHAP, Ini Empat Tuntutan BEM SI! 

Ia menekankan pentingnya mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan gulung tikarnya pabrik-pabrik, yang kerap jadi pemicu lonjakan angka pengangguran.

Langkah kedua, menurut Asep, adalah peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan-pelatihan yang disertai dengan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Ketika sumber daya manusia di Kota Cimahi diberikan pelatihan, pembinaan, dan bimbingan oleh Disnaker, mereka bisa bersaing dengan kabupaten atau kota lain. Ada nilai lebihnya ketika mencari kerja, karena sudah dibekali sertifikat,” jelasnya.

0 Komentar