Sertifikat tersebut didapat setelah peserta menyelesaikan pelatihan dan mengikuti uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
“Jadi nilai tambahnya itu. Dibekali dengan itu, apabila ada lowongan, Insya Allah bisa bersaing dengan SDM di luar Cimahi juga,” ucapnya.
Meski begitu, Asep tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan eksternal yang turut mempengaruhi dunia kerja, termasuk di Cimahi.
Baca Juga:Angka Pengangguran di Cimahi Menurun, Berkat Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja?Inisiatif Mandiri Pengelolaan Sampah Pasar Atas Cimahi, Turunkan Volume Sampah hingga 60 Persen
Situasi geopolitik global seperti konflik di Asia Timur, Timur Tengah, hingga perang Rusia-Ukraina, serta kebijakan tarif ekspor dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi faktor penghambat yang nyata.
“Ketika kita beli bahan baku berbentuk dolar, artinya mahal bahan baku. Ongkos operasional jadi mahal juga. Belum juga kebijakan UMK yang naik. Ini juga kendala dalam penyerapan tenaga kerja,” ungkapnya.
Disnaker Cimahi tetap berkomitmen melanjutkan kebijakan peningkatan kualitas tenaga kerja sebagaimana arahan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi.
“Kami siapkan karena SDM di Kota Cimahi ini banyak. Pemerintah Kota Cimahi berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan yang dibekali sertifikat dari BNSP, yang diakui secara nasional,” pungkas Asep.
Dengan kombinasi antara penguatan kapasitas SDM dan penyaluran kerja lintas kota, Disnaker berharap angka pengangguran di Cimahi bisa ditekan seraya menjaga daya saing tenaga kerja lokal di tengah pusaran tantangan global. (Mong)
Reporter: Firman Satria
