Angka Pengangguran di Cimahi Menurun, Berkat Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja?

Angka Pengangguran di Cimahi Menurun, Berkat Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja?
Kadisnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi di ruang kerjanya. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengklaim angka pengangguran mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Klaim ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi yang menunjukkan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 10,77 persen pada 2022 menjadi 8,97 persen di tahun 2024.

Berdasarkan data TPT 2023, angka pengangguran di Kota Cimahi mencapai 10,52 persen atau sekitar 32 ribu orang.

Baca Juga:Inisiatif Mandiri Pengelolaan Sampah Pasar Atas Cimahi, Turunkan Volume Sampah hingga 60 PersenRekonsiliasi Politik di Tubuh KNPI Cimahi, Tiga Bakal Calon Sepakat Usung Sultan Mujahid

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Asep Jayadi, menyebutkan survei ketenagakerjaan nasional yang dilaksanakan BPS pada 2024 menunjukkan adanya penurunan jumlah pengangguran menjadi sekitar 27 ribu orang.

“Disnaker berupaya menekan angka pengangguran ini dengan meningkatkan kompetensi dan memberikan pelatihan bersertifikat,” kata Asep saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Kamis (31/7/2025).

Asep menjelaskan, Salah satu pelatihan yang saat ini menjadi andalan adalah pelatihan barista.

Program ini merupakan bagian dari rencana strategis Pemkot Cimahi untuk menyiapkan 10 ribu sumber daya manusia siap kerja hingga 2029, atau sekitar 2.000 orang setiap tahun.

“Target pada Juli 2025 ini adalah 1.460 orang. Sampai saat ini sudah tercapai sekitar 700 orang dari berbagai jenis pelatihan, termasuk pelatihan menjahit yang sebelumnya telah diserahkan oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana,” jelasnya.

Dari pelatihan menjahit busana industri, tercatat sebanyak 83 orang telah lulus dan langsung disalurkan ke sejumlah perusahaan garmen sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

Sementara itu, pelatihan barista yang diikuti 50 orang juga langsung disalurkan ke beberapa kafe di Kota Cimahi, antara lain Inaka Caffe, Ruminosa Caffe, Selasar Caffe, Sultan Caffe, Kop Sentral, dan Sxpoit Caffe.

Baca Juga:Tolak RKUHAP, Ini Empat Tuntutan BEM SI! Menuju BLUD, RS Asih Husada Harus Lepas Ketergantungan APBD

“Animo masyarakat luar biasa, ada sekitar 260 orang yang mendaftar. Tapi karena kuota terbatas, hanya 50 orang yang diseleksi dan diterima,” ujar Asep.

Ia menambahkan, pelatihan barista maupun menjahit akan terus digelar dengan kuota 50 peserta per angkatan. Sejumlah perusahaan pun, kata Asep, membuka diri untuk merekrut lulusan pelatihan tersebut.

“Ini bagian dari pendekatan Penthahelix: pemerintah, lembaga pelatihan kerja (LPK), dan perusahaan bekerja sama menyalurkan tenaga kerja siap pakai,” terangnya.

Asep menilai strategi ini sejalan dengan arahan Pemerintah Kota Cimahi, dan menjadi langkah krusial dalam menekan pengangguran.

0 Komentar