VIRAL! Logo HUT RI ke-80 Tuai Kritik Dianggap Gagal Total, Netizen: Estetika Nol Besar

VIRAL! Logo HUT RI ke-80 Tuai Kritik Dianggap Gagal Total, Netizen: Estetika Nol Besar
VIRAL! Logo HUT RI ke-80 Tuai Kritik Dianggap Gagal Total, Netizen: Estetika Nol Besar
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Alih-alih menuai pujian, Logo HUT ke-80 Republik Indonesia justru jadi bulan-bulanan kritik warganet. Desain yang baru saja diluncurkan ini ramai diperbincangkan karena dianggap tak mewakili semangat kemerdekaan. Bahkan, sebagian warganet menilai logo tersebut gagal total secara estetika dan sarat makna simbolis yang justru menimbulkan tafsir negatif.

Logo yang menampilkan angka “80” dengan dominasi warna merah dan putih itu awalnya dimaksudkan sebagai representasi “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Namun sayangnya, niat mulia itu tak tersampaikan dengan baik kepada publik. Reaksi netizen di media sosial justru memperlihatkan sebaliknya kebingungan, sindiran, dan parodi.

  • “Ini logo serius atau parodi? Lihat dari samping malah kayak simbol tutup mata dan mulut,” komentar seorang warganet di Instagram.
  • “Estetika nol besar! Masa logo sebesar ini desainnya nggak mikirin persepsi publik?” tulis akun lain yang viral di X (Twitter).

Presiden Prabowo Subianto dalam peluncurannya menyebut logo ini sebagai simbol pemersatu bangsa, bentuk rasa syukur atas 80 tahun kemerdekaan, dan lambang semangat Indonesia ke depan. Namun, sebagian publik melihat hal berbeda. Mereka justru menilai desain ini seperti menunjukkan simbol pengabaian terhadap suara rakyat.

Baca Juga:Viral Sound Horeg, Siapa Sosok Edi Sound yang Disebut Penemunya?Viral Istilah “Usia Medium Well”, Apa Artinya dan Setara Umur Berapa? Ini Penjelasannya

Beberapa garis pada angka “8” dan “0” bahkan disebut warganet menyerupai mata dan mulut yang disilang, seolah menggambarkan kondisi “tutup mata dan tutup mulut” yang mereka rasakan terhadap berbagai isu sosial di Indonesia.

Perancang logo, Bram Patria, menyatakan bahwa desain ini dibangun atas dasar nilai persatuan, kedaulatan, dan kesejahteraan. Ia membagi angka “80” ke dalam tiga lingkaran yang mencerminkan cita-cita besar bangsa. Sayangnya, penjelasan filosofis ini dinilai terlalu abstrak oleh publik.

“Filosofinya panjang, tapi hasilnya gak nyampe ke rakyat,” ujar seorang desainer grafis di media sosial. Banyak yang mempertanyakan, mengapa dalam momentum sebesar HUT ke-80, desain logo justru terlihat terburu-buru dan kurang menggugah rasa nasionalisme.

Beberapa bahkan menyandingkan logo ini dengan karya desain anak magang, menyiratkan bahwa logo ini jauh dari kesan profesional dan berkelas internasional.

0 Komentar