Viral Sound Horeg, Siapa Sosok Edi Sound yang Disebut Penemunya?

Viral Sound Horeg, Siapa Sosok Edi Sound yang Disebut Penemunya?
Viral Sound Horeg, Siapa Sosok Edi Sound yang Disebut Penemunya?
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam beberapa waktu terakhir, jagat media sosial Indonesia diramaikan oleh tren audio unik bernama sound horeg. Dentuman bass menggelegar yang menghiasi berbagai acara rakyat seperti hajatan, pawai, hingga karnaval ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi telah menjelma menjadi budaya baru yang tak lepas dari sorotan publik.

Dari balik layar, muncul satu nama yang kini viral, Edi Sound sosok misterius yang dijuluki netizen sebagai Thomas Alva Edisound. Tapi, benarkah ia penemu sound horeg?

Sound horeg merupakan sistem audio berdaya tinggi yang memproduksi suara luar biasa keras hingga menciptakan getaran kuat. Umumnya digunakan untuk meramaikan acara desa seperti pernikahan, sunatan, hingga perayaan keliling kampung.

Baca Juga:Inilah Lirik Lengkap Lagu “Hari yang Mantap” Gusti Irwan Wibowo ft. Nehru RindraLink Video Viral Durasi 12 Menit Kendari 1 vs 7 Diburu Netizen, Ternyata Ini Isinya

Istilah horeg berasal dari bahasa Jawa kuno yang bermakna “bergetar” atau “bergerak”, merujuk pada efek getaran bass yang dihasilkan oleh tumpukan speaker raksasa. Ciri khasnya antara lain:

  • Speaker jumbo ditumpuk di atas truk atau pick-up.
  • Dihiasi lampu warna-warni yang menyala heboh saat malam.
  • Memutar lagu remix DJ, dangdut koplo, house music, hingga campursari dengan volume bisa melebihi 135 dB, setara suara mesin jet dari dekat.
  • Menjadi ajang adu gengsi antar komunitas melalui battle sound.

Meski baru booming secara nasional belakangan ini, cikal bakal sound horeg sudah muncul sejak awal 2000-an di Jawa Timur. Awalnya hanya pengeras suara untuk kegiatan selawatan atau pengumuman. Namun sekitar tahun 2014, di Malang, konsep ini mulai dikembangkan menjadi pertunjukan keliling yang menggabungkan unsur tradisional dan modern.

Fenomena ini makin meluas pasca pandemi COVID-19 tahun 2020, ketika masyarakat mendambakan hiburan publik. Kota-kota seperti Malang, Sidoarjo, Blitar, Jember, hingga Pati di Jawa Tengah mulai mengadopsinya. Komunitas seperti Faskho Sengox, BJ Hunter, dan Brewog Audio menjadi pionir dalam tren ini.

Menurut Muhammad Rafi Azzamy, mahasiswa antropologi Universitas Brawijaya, sound horeg lahir dari kebutuhan masyarakat pedesaan akan hiburan murah meriah, namun tetap spektakuler.

Secara historis, tidak ada satu orang resmi yang bisa disebut sebagai penemu sound horeg. Tren ini merupakan hasil evolusi budaya dan teknologi yang tumbuh bersama komunitas pecinta audio jalanan. Namun, beberapa nama penting dalam penyebaran tren ini antara lain:

0 Komentar