JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Polandia dalam pengembangan sistem transportasi publik berbasis kereta listrik.
Hal ini terungkap saat Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menerima kunjungan Delegasi dari Kedutaan Besar Republik Polandia, di Balai Kota Bandung, Senin (28/7).
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir beberapa perwakilan perusahaan asal Polandia yang bergerak di bidang teknologi perkeretaapian. Mereka menawarkan berbagai solusi modern untuk mendukung pengadaan moda transportasi kereta listrik, mulai dari sistem kereta api itu sendiri hingga penunjang seperti interior, fasilitas, dan teknologi kelistrikan yang digunakan.
Baca Juga:Dukung Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pembangunan Bendungan Cijurey di BogorPengamat Dorong Regulasi Ojol yang Berkeadilan: Keseimbangan bagi Ekosistem, Bukan Sekedar Komisi!
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut.
Menurutnya, keberadaan moda transportasi seperti kereta listrik sangat relevan untuk menjawab tantangan utama Kota Bandung, yakni kemacetan dan kebutuhan sistem transportasi massal yang efisien serta ramah lingkungan.
“Insya Allah kita akan terus tindak lanjuti kerja sama ini. Karena ternyata Polandia juga sudah punya kerja sama serupa di Jakarta. Mereka memberikan solusi kereta api listrik yang bisa sangat cocok diterapkan di Bandung,” ujar Erwin, kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa solusi yang ditawarkan bukan sekadar kereta api konvensional, melainkan sistem transportasi modern yang menyerupai MRT (Mass Rapid Transit) seperti yang telah berjalan di DKI Jakarta. Namun, teknologi yang dibawa oleh pihak Polandia diklaim lebih canggih dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Kayak MRT, tapi lebih bagus. Lebih ramah lingkungan karena pakai sistem listrik. Ini bukan cuma soal kendaraan, tapi keseluruhan sistem yang terintegrasi,” imbuhnya.
Lebih jauh, Erwin menilai bahwa pengadaan kereta listrik ini memiliki dua manfaat utama. Pertama, mampu meningkatkan ketepatan waktu dan efisiensi transportasi publik, dan kedua, sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang kian meningkat di Kota Bandung.
“Tadi saya sudah sampaikan kepada Duta Besar Polandia, bahwa kami serius menindaklanjuti ini. Untuk teknis komunikasi ke depan, saya serahkan kepada Dinas Perhubungan yang diwakili Pak Rasdian, dan Bagian Kerja Sama yang dipegang Bu Baryati,” jelasnya.
