Banyak Calon Siswa Cabut Berkas dari MAN 1 Bandung, Pihak Sekolah Kecewa!

MAN 1 Bandung
BERIKAN KETERANGAN: Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 1 Bandung, Dr Jajang Sobari, dalam wawancara pada Senin (21/7). (FOR JABAREKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 1 Bandung menghadapi tantangan serius. Banyak siswa yang telah diterima memilih mencabut berkas dan beralih ke SMA atau SMK negeri. Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Dr Jajang Sobari, dalam wawancara pada Senin (21/7).

Menurut Jajang, SPMB MAN 1 Bandung mengacu pada peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama. Kuota awal kelas X mencapai 426 siswa untuk 12 kelas, dengan kapasitas ideal 36 siswa per kelas. Namun, setelah pengumuman SPMB SMA dan SMK negeri, lebih dari 30 siswa yang telah diterima memilih pindah.

“Sudah lolos di sini, mereka pindah ke SMA dan SMK. Alasan utama, lokasi lebih dekat atau peluang masuk institusi seperti Akademi Kepolisian dianggap lebih besar di SMA,” ujar Jajang.

Baca Juga:Bagi-Bagi Bir di Pocari Run 2025, DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Sanksi Tegas PelakuKebijakan Ugal-ugalan KDM: Ramai-Ramai Tantang Rombel 50 Siswa

Fenomena ini, kata Jajang, menunjukkan madrasah masih dipandang sebagai “pilihan kedua” di kalangan masyarakat Bandung. “Berbeda dengan Jawa Timur atau Jawa Tengah, di mana madrasah menjadi buruan. Di sini, madrasah dianggap second class,” keluhnya.

Ia menyebut, meski kuota awal terpenuhi, penarikan berkas di tengah proses menyulitkan sekolah, karena cadangan siswa sudah terlanjur mendaftar ke sekolah lain. Jajang menegaskan, pihak sekolah tidak dapat mengikat siswa atau orang tua karena pendidikan merupakan hak mereka.

Upaya pengikatan melalui perjanjian bermaterai pun tidak efektif. “Kami sudah coba buat perjanjian, tapi tetap saja, itu hanya kertas,” ungkapnya.

Ia menyarankan regulasi yang lebih tegas untuk mencegah penarikan berkas setelah penetapan kelas, meski khawatir hal ini bisa melanggar hak asasi siswa. Hingga 21 Juli, masih ada calon siswa baru yang menarik berkas dari MAN 1 Bandung.

Hal tersebut tentunya menyebabkan jumlah siswa kelas X berkurang menjadi 425 akibat penarikan berkas terbaru. SPMB MAN 1 Bandung sendiri telah ditutup pada 11 Juli, sesuai jadwal nasional yang ditetapkan Dirjen Pendis.

Proses SPMB 2025 madrasah unggulan dimulai Januari, diikuti madrasah reguler pada Maret, dan jalur afirmasi pada Mei, dengan alokasi 15 persen untuk jalur afirmasi dan 70 persen untuk jalur reguler.

0 Komentar