JABAR EKSPRES – Mare Jivari adalah salah satu wilayah paling misterius dan banyak para pemain di Genshin Impact menantikan kehadiran region ini. Nama “Mare Jivari” sendiri memiliki arti ganda. “Mare” berarti “laut” dalam bahasa Latin, sementara “Jivari” masih belum jelas maknanya secara pasti.
Beberapa spekulasi menyebutkan istilah ini bisa berasal dari nama sungai di Amerika Selatan atau bahkan berkaitan dengan terminologi musik klasik India. Namun yang pasti, Mare Jivari merupakan wilayah dengan latar alam dan sejarah yang sangat unik dan penuh misteri.
Banyak fans yang berspekulasi bahwa wilayah ini nantinya akan rilis di Genshin Impact, karena pada trailer Genshin Impact versi 5.8 menghadirkan cuplikan dari wilayah ini. Bagi yang penasaran, mari simak di sini!
Baca Juga:Tips dan Cara Main Event Fearsome Ferocious Firepower Genshin Impact, Siap Maksimal untuk Dapat Primogem CsCek Update Daftar Kode Redeem Genshin Impact Juli 2025, Ada Spesial Live Stream 5.8
Lautan Abu yang Terbakar Abadi
Mare Jivari terletak di ujung paling barat Natlan. Wilayah ini dijuluki sebagai Sea of Ashes atau Lautan Abu yang Hening.
Julukan ini merujuk pada kondisi geografis Mare Jivari yang sangat berbeda dari wilayah Teyvat lainnya. Lautan di sini bukan terdiri dari air, melainkan abu yang terbakar terus-menerus, tanpa adanya angin yang berhembus, dengan pemandangan ini menciptakan suasana yang sunyi, panas, dan mencekam.
Keunikan Mare Jivari tidak hanya pada kondisi alamnya yang ekstrem, tapi juga pada sejarah dan konflik kelam yang melatarbelakanginya. Menurut lore dalam game, wilayah ini telah hilang dari peta selama 20 hingga 30 tahun sebelum alur utama Genshin Impact dimulai.
Pertempuran Besar dan Tragedi
Sejarah Mare Jivari tidak bisa dilepaskan dari konflik antara suku Natlan dengan makhluk Abyss yang terjadi sekitar 500 tahun yang lalu. Dalam pertarungan besar tersebut, dikisahkan bahwa para penguasa Natlan berjuang melawan kekuatan kegelapan Abyss.
Akibat dari pertempuran itu, Mare Jivari berubah menjadi wilayah gersang yang hanya tersisa abu dan api abadi. Sejak saat itu, wilayah ini menjadi tanah terlarang, tidak dihuni, dan bahkan dilupakan oleh sebagian besar penduduk Natlan.
Tragedi di Mare Jivari semakin dalam ketika kita mengetahui kisah tentang Stanley, seorang petualang terkenal dalam dunia Teyvat. Dalam salah satu ceritanya, Stanley disebut telah mengorbankan dirinya saat melawan makhluk misterius yang dikatakan sebesar gunung dan pernah berkeliaran di Mare Jivari.
