Tak hanya itu, dalam artifact set Lavawalker, terdapat lore tentang seekor burung yang bernyanyi di atas lautan api, sebuah simbol yang mungkin mengacu pada makhluk abadi atau legenda lainnya yang menghuni Mare Jivari.
Ketersediaan dalam Game dan Letak Geografis
Hingga pertengahan tahun 2025, Mare Jivari belum dapat diakses secara langsung dalam gameplay. Namun, keberadaan wilayah ini telah diperkenalkan melalui dialog karakter, kutipan artifact, serta petunjuk-petunjuk kecil dalam berbagai quest.
Lokasi Mare Jivari diketahui berada di sisi barat peta Natlan, sebuah area yang masih tersegel dan belum terbuka untuk eksplorasi pemain.
Baca Juga:Tips dan Cara Main Event Fearsome Ferocious Firepower Genshin Impact, Siap Maksimal untuk Dapat Primogem CsCek Update Daftar Kode Redeem Genshin Impact Juli 2025, Ada Spesial Live Stream 5.8
Jika kamu melihat peta tidak resmi buatan komunitas Genshin Impact, Mare Jivari sering digambarkan berada di balik batas wilayah yang gelap dan belum bisa dijelajahi.
Letaknya berada di tepi paling barat Natlan, membentang sebagai “laut abu” yang menyala terus-menerus. Beberapa forum dan fan-site telah menandai area ini sebagai Mare Jivari, meskipun secara resmi belum ada pengumuman detail dari pihak developer.
Penutup
Sebagai wilayah misterius yang dipenuhi abu, api abadi, dan kisah tragis, Mare Jivari nantinya akan menghadirkan nuansa gelap dan dalam pada cerita Natlan. Meski belum bisa dijelajahi saat ini, banyak pemain sudah menanti dengan antusias akan hadirnya area ini.
Dengan kombinasi antara elemen misteri, sejarah, makhluk legendaris, dan potensi konflik yang besar, Mare Jivari memiliki potensi menjadi salah satu wilayah paling ikonik di Genshin Impact.
Para pemain pun berharap bahwa saat wilayah ini terbuka, mereka akan mendapatkan pengalaman eksplorasi dan cerita yang tak terlupakan, sebanding dengan legenda yang telah menyelubunginya selama ratusan tahun.*
