JABAR EKSPRES – Kesehatan anak usia sekolah merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan.
Di masa pertumbuhan, anak-anak sangat rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk dalam hal pola makan dan minum.
Salah satu kebiasaan yang menjadi perhatian serius saat ini adalah konsumsi minuman manis secara berlebihan.
Kesehatan anak merupakan aspek penting dalam pembangunan generasi masa depan.
Baca Juga:Game Upin Ipin Universe Resmi Rilis, Begini Cara Download dan PasangnyaKlaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini, Berkesempatan Dapat Hadiah Pemain OVR 111
Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kesehatan anak adalah polakonsumsi mereka, terutama dalam hal makanan dan minuman manis.
Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi minuman berpemanis berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan, seperti obesitas, diabetes, gangguan metabolik, serta meningkatkan risiko gagal ginjal.
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan sudah menjangkau seluruh kelompok usia termasuk anak-anak, yang mengindikasikan lemahnya kesadaran akan pola hidup sehat sejak dini.
Terdapat sekitar 52 kasus PGK per tahunnya yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, (Fairuz dkk, 2022)
Di SDN 027 Cicadas Kota Bandung, kebiasaan ini cukup tinggi karena lingkungan sekitar sekolah yang dipenuhi oleh pedagang jajanan dan minuman berpemanis.
Banyak siswa membeli dan membawa minuman kemasan setiap harinya tanpa menyadari dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan tubuh, khususnya organ ginjal.
Sekolah dipilih karena berada di lingkungan padat dan dekat pusat jajanan, dimana konsumsi minuman berpemanis seperti teh kemasan, sirup, dan es dengan pemanis buatan sangat umum terutama setelah olahraga.
Baca Juga:Mahasiswa UBK Edukasi Kesehatan Lewat Permainan: Cara Baru Tangkal Gondongan di Sekolah DasarHarlah PKB ke-27, Kang DS : Dari Ziarah, PKB Run hingga Bedah Rumah di 31 Kecamatan
“Anak-anak memang sangat sering minum manis, apalagi setelah olahraga. Pihak sekolah sebenarnya sudah mengedukasi agar mereka lebih memilih air putih, tapi kebiasaan itu masih saja dilakukan. Kami berharap dengan adanya edukasi dari mahasiswa bisa menambah wawasan serta menanamkan kesadaran sejak dini,” ujar guru UKS SDN 027 Cicadas.
Menyikapi hal ini, mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (UBK) melakukan aksi nyata melalui program pengabdian masyarakat bertema “Membangun Kesadaran Anak Tentang Bahaya Minuman Manis Melalui Metode Fun Learning Sebagai Upaya Pencegahan Gagal Ginjal Dini.”
Kegiatan ini berlangsung di SDN 027 Cicadas, Kota Bandung, dan dipimpin oleh Muhamad Syarif Hidayat Mahdi (241FI04020) sebagai ketua tim.
