JABAR EKSPRES – Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap penyakit menular, terutama yang menyebar melalui udara dan percikan air liur (droplet) seperti gondongan (mumps).
Gondongan adalah penyakit infeksi virus yang menyerang kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis, dan menyebabkan pembengkakan di pipi serta disertai demam, nyeri, dan rasa lelah.
Walaupun sering dianggap ringan, penyakit ini tidak boleh diremehkan karena dapat menimbulkan komplikasi seperti orkitis (peradangan testis), pankreatitis, hingga gangguan pendengaran permanen.
Baca Juga:Harlah PKB ke-27, Kang DS : Dari Ziarah, PKB Run hingga Bedah Rumah di 31 KecamatanBaru Rilis di Indonesia, ini Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 14 Pro, Reno 14, dan Reno 14F
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga bulan November 2024, terdapat lebih dari 6.500 kasus suspek gondongan secara nasional.
Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan lonjakan tertinggi, termasuk di Kabupaten Bandung.
Di SDIT Adzimat, Kecamatan Rancaekek, dari total 224 siswa kelas 1 sampai 5, tercatat sebanyak 89 anak mengalami gejala gondongan dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.
Ini menjadi bukti bahwa penyakit gondongan masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di lingkungan sekolah dasar.
Faktor penyebab tingginya angka kasus gondongan tidak hanya berkaitan dengan penularan virus, tetapi juga karena masih rendahnya pemahaman siswa tentang penyakit ini serta kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Banyak siswa belum terbiasa mencuci tangan dengan sabun, tidak mengetahui etika batuk, dan belum menyadari pentingnya menggunakan masker ketika sakit.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa/i Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Bhakti Kencana melakukan kegiatan promosi kesehatan dengan topik “Sehat dan Ceria Tanpa Gondongan Melalui Edukasi dan Permainan Tradisional”.
Baca Juga:Simulasi Angsuran Pinjaman KUR BRI 2025 Plafon Rp100-500 Juta20 Contoh Pesan untuk Kakak OSIS MPLS yang Sopan dan Berkesan
Kegiatan ini dirancang untuk mengedukasi siswa sekolah dasar secara interaktif dan menyenangkan agar mereka memahami pentingnya mencegah penyakit gondongan melalui kebiasaan hidup sehat.
Inovasi dari Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana dalam memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan yang diampu oleh Yosef Pandai Lolan, S.M., M.Kes., diimplementasikan oleh anggota kelompok 1, Lisda Aprilia Anjani, Andika Dwi A, Mutia Azkia, Ariq Adillah, Nasila Dwi Kartika, Ayla Nadzar A, Natasya Salsabilla Z, Demma Ayurini F, Riki Nurfajri, Ega Natalia, Siti Nuramelia A, Fathya Khaerofie, Salsabilla Bilqisti, dan Syahfa Nur R.
