Bersama 15 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UBK, Delia Septiani, Putry Darawanty S, Mutia Rizki Atiah, Syifa Nurhaliza, Tatia Sabrina, Mia Melisa, Shilpi Nur Andini, Ajeng Vaiky Sani, Sharla Martiza Sopian, M. Hafidz Al Akbar, Raina Anastasia Latief, Janitra Lubna Gunawan, Reva Nurtilah, dan Nisa Nur Rohmah.
Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami juga membuat media edukasi yang bertujuan untuk memperkuat penyampaian materi kepada masyarakat.
Media yang kami hasilkan berupa Box misteri dan kartu edukasi dengan topik “bahaya minuman manis bagi kesehatan ginjal”.
Baca Juga:Game Upin Ipin Universe Resmi Rilis, Begini Cara Download dan PasangnyaKlaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini, Berkesempatan Dapat Hadiah Pemain OVR 111
Proses pembuatan media dilakukan secara kolaboratif oleh tim, dimulai dari penyusunan naskah, desain visual, hingga tahap produksi dan penyebaran.
Media tersebut kami tampilkan saat kegiatan penyuluhan dan juga dibagikan dalam bentuk cetak maupun digital agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dengan visual yang menarik dan bahasa yang sederhana, media ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami informasi yang disampaikan.
Kegiatan ini dilakukan dengan metode fun learning yang menggabungkan pembelajaran, permainan, dan interaksi sosial secara aktif.
Tujuannya adalah untuk membuat anak-anak merasa nyaman dan antusias dalam menyerap pengetahuan baru.
Penggunaan media seperti video animasi, permainan “Nenek Kebayan”, kotak misteri berisi kartu edukasi, serta sesi diskusi ringan menjadi strategi yang sangat efektif untuk menjangkau cara berpikir anak-anak usia 9 hingga 12 tahun.
Mereka diajak untuk tidak hanya mendengar dan melihat, tetapi juga terlibat langsung melalui tanya jawab dan kuis yang menyenangkan.
Baca Juga:Mahasiswa UBK Edukasi Kesehatan Lewat Permainan: Cara Baru Tangkal Gondongan di Sekolah DasarHarlah PKB ke-27, Kang DS : Dari Ziarah, PKB Run hingga Bedah Rumah di 31 Kecamatan
Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai bahaya konsumsi minuman manis.
Sebagian besar siswa mampu menjelaskan kembali informasi yang telah disampaikan, dan mereka mulai menunjukkan perubahan sikap, seperti keinginan untuk mengurangi konsumsi minuman berpemanis dan memilih air putih sebagai alternatif.
Ini terlihat dari hasil post-test yang menunjukkan peningkatan skor dibandingkan dengan pre-test yang dilakukan sebelum kegiatan dimulai.
Namun, dibalik angka-angka statistik tersebut terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang menyentuh.
Seorang anak dengan polos berkata, “Kalau minuman manis bikin sakit ginjal, aku nggak mau minum itu lagi.”
